ANEH tetapi NYATA.
KEBOHONGAN dan
FITNAH mewarnai
promisi Aikido yang
diklaim "paling asli dan
paling baik".
Minimal ada 4 info
bohong yang merugikan
masyarakat peminat
Aikido, antara lain:
1. Aikido ini "yang asli"
dari O Sensei Ueshiba
Morihei.
2. Aikido cocok untuk
beladiri anak-anak
terhadap orang jahat.
3. Aikido dapat
mengalahkan cara
beladiri lain.
(Dengan pamer video
"aikido vs . . . ."
di youtube).
4. Sertifikat DAN adalah
petunjuk tingkat
kemumpunan seorang
sensei.
(Info yang konyol,
karena dalam Aikido
tingkat / sertifikat DAN
hanya petunjuk lama
dan jenis latihan yang
bersangkutan.
Sertifikat / tingkat DAN
yang tinggi, bukan
jaminan mutu
kemahiran mengajar /
bertindak.
Tidak jarang mereka
cuma orang yang
BATO (Bad Action
Talk Only).
Bukan itu saja, bahkan
supaya lebih terkenal
daripada Bp. Prawira
Widjaya, Surabaya,
satu-satunya
orang Indonesia yang
pernah mendapat
petunjuk GM. Ueshiba
Morihei (dengan
diketahui / dibantu
Aikikai Hombu-cho saat
itu, Shihan Tohei Koichi)
dan dipercaya oleh alm.
Doshu Ueshiba
Kisshomaru dan General
Director Aikido World HQ
Osawa Kisaburo sebagai
Representative Aikido
World Headquarters,
ada orang yang
menganggap dirinya
"tokoh besar" AIKIKAI
di Indonesia yang
menfitnah Bp. Prawira,
tanpa berani diajak
melapor ke kantor polisi.
"Tokoh besar" itu takut
malu ketahuan bahwa
dia telah bohong besar,
padahal dia adalah tokoh
dewan guru AIKIKAI.
Ada juga tokoh dan
pelatih yang masing-
masing mengaku sebagai
perintis Aikido di
Indonesia dan perintis
Aikido di Surabaya.
Bukan hanya orang,
organisasi juga bohong.
Yayasan Indonesia Aikikai
(1983, Jakarta)
tanpa sungkan dan malu,
sering tidak menyebut
kata "Yayasan".
Begitupun logo mereka
(karena memakai logo
INDONESIA AIKIKAI).
Mungkin supaya
dunia internasional
dan peminat Aikido
domestik menganggap
mereka sebagai
INDONESIA AIKIKAI
(1975, Surabaya)
yang telah terkenal di
dunia.
DOKUMEN BUKTI
PENANGKAL
SEGALA
KEBOHONGAN:
Bp. Prawira Widjaya
adalah satu-satunya
orang Indonesia yang
pernah dipercaya
sebagai wakil /
Representative Aikido
World Headquarters
sejak 1977 (hingga beliau
keluar karena tidak suka
dibelenggu AIKIKAI).
Bp. Prawira Widjaya juga
satu-satunya orang yang
paham AIKI di Indonesia
karena telah mendapat
petunjuk dari O Sensei
GM Ueshiba Morihei
(1967 - 1968) ketika masih
dipanggil "HUANG sama"
oleh Hombu-cho Tohei
Koichi shihan.
Bp. Prawira (Surabaya) bersama
Somemiya Shihan (AIKIKAI) dan
Bambang Dewantoro Shihan
(Keishinkan Karate, Semarang)
HANYA SATU?
AIKIDO tidak hanya satu
dan tidak hanya AIKIKAI.
Ada Aikido-Aikido lain,
misal: Tomiki Aikido
(Shodokan Aikido),
Shin-shin toitsu Aikido,
Yoshinkan Aikido,
Yoseikan Budo, Shinwa
Taido (oleh Yoichiro /
Noriaki Inoue - yang
ternyata co-founder
AIKIDO yang terlupakan),
dll.
ASLI?
Semua asli dari hasil
gubah ulang O Sensei.
Semua TIDAK asli, karena
berasal dari ajaran
TAKEDA SOKAKU.
TERBAIK?
SEMUA style / aliran baik,
tetapi terbaik?
Tidak! Tergantung selera
dan janji manfaat latihan
masing-masing aliran /
organisasi / instruktur.
TIDAK dipertandingkan?
AIKIDO ada yang tidak
boleh dipertandingkan
(dengan aneka macam
alasan), ada juga yang
dipertandingkan hingga
tingkat internasional,
yaitu Tomiki Aikido dan
Shinshin toitsu Aikido.
GM Ueshiba Morihei
pernah mengizinkan
pertandingan antara
Tohei Koichi dan
wartawan Amerika (ada
film dokumennya) di
depan beliau di dalam
dojo Aikido beliau.
ANAK KECIL VS
PENJAHAT DEWASA?
Secara logika, mungkinkah
anak dengan tubuh kecil,
tenaga kecil, dan jangkauan
tangan yang pendek dapat
membanting atau mengunci
orang besar yang jahat?
Apalagi jika instrukturnya
sendiri belum paham
melakukan Aikido dengan
baik, meskipun sudah
DAN ini Dan itu?
Silakan para orangtua
berpikir sendiri dengan
akal sehat.
Jangan sampai anak
sombong tanpa
kemampuan nyata.
(Kalau mungkin, anak
dididik: Pandai harus,
Sombong / bangga
JANGAN.)
DOKUMEN CARA DAN
HASIL LATIHAN
MURID-MURID
Bp. PRAWIRA WIDJAYA
(yang tidak gila sebutan
shihan ataupun sensei).
Dojo Bp. Prawira
terkenal,
meski tanpa promosi,
karena mutu latihan
tinggi, cara latihan
sistematis, cara gerak
rasional dan betul-betul
merupakan
terapan AIKI (SHIN SHIN
dan GO'I).
TANTO TORI dengan satu
lengan (untuk orang yang
sedang menggendong
anak kecil):
Rasional, jarak dan posisi
aman.
Lawan tidak dibanting,
supaya tidak repot
sendiri, cukup pisau
ditempelkan ke leher
lawan, dan digiring
ke orang banyak atau
polisi.
Juga ada latihan nyata
KI NAGARE secara
santai.
Kaum wanita juga dapat
melakukan KI NAGARE:
Latihan terhadap bokken?
Cukup dengan AIKI,
tanpa gaya sombong
(kamai), dengan jarak dan
posisi aman, serta cara
yang rasional:
(dikumpulkan dari foto-
foto dokumen milik
Perpustakaan Aikido
Surabaya).
Pesan untuk para
instruktur Aikido
(dari Bp. Prawira):
Yang penting fakta dan
bukti, bukan fitnah dan
omong-kosong.
Jangan Bad Action
Talk Only.