Penjelasan O Sensei
kepada saya (1967):
AIKIDO berarti do (jalan atau
cara) untuk memahami AIKI.
cara) untuk memahami AIKI.
AIKI terdiri dari dua unsur,
yaitu ki-shin-tai no toitsu
dan ki musubi.
Kata O Sensei, sejak jaman
dulu ki-shin-tai no toitsu dan
ki musubi ada dalam
aktivitas hidup sehari-hari.
dulu ki-shin-tai no toitsu dan
ki musubi ada dalam
aktivitas hidup sehari-hari.
Di Jepang, dua unsur ini
membentuk aneka kreasi
ikebana, origami, bonsai,
dan lain-lain.
dan lain-lain.
Dalam BUDO diterapkan
pada ajaran KYUJUTSU,
SUMO, KENJUTSU, dll.
meskipun dengan lain
istilah.
meskipun dengan lain
istilah.
Dalam pekerjaan, para
petani dan nelayan juga
menerapkan ki-shin-tai
no toitsu dan ki musubi,
tanpa istilah.
Lanjut O Sensei, kamu juga
petani dan nelayan juga
menerapkan ki-shin-tai
no toitsu dan ki musubi,
tanpa istilah.
Lanjut O Sensei, kamu juga
pasti dapat mencermati
dua unsur ini di sekitarmu.
dua unsur ini di sekitarmu.
Juga dalam semua ilmu
beladiri yang pernah kamu
pelajari.
beladiri yang pernah kamu
pelajari.
Dua unsur itu, atau AIKI,
menghasilkan banyak
macam bentuk gerak dan
kreasi spontan, bergantung
pada wawasan, kebutuhan,
dan segala situasi dan
kondisi yang ada.
macam bentuk gerak dan
kreasi spontan, bergantung
pada wawasan, kebutuhan,
dan segala situasi dan
kondisi yang ada.
Untuk belajar BU (hentikan
serangan), sebaiknya
pertama-tama belajar
memahami keterbatasan
gerak diri dan cara bergerak
dengan nyaman (tanpa sakit
atau cedera).
Latihan ki-shin-tai no toitsu,
membuat seseorang mampu
mengfokuskan ki dan
mengalirkan ki untuk
pengobatan diri ataupun
untuk beladiri.
Belajar AIKI bukan hanya
untuk memahiri KI dan BU.
Latihan ki musubi, membuat
seseorang mampu
melakukan sesuatu dengan
mudah, dalam segala kondisi
dan situasi.
mudah, dalam segala kondisi
dan situasi.
Belajar waza Aikido, baik
jenis katame waza maupun
nage waza, harus dengan
terapan AIKI, baik ki-shin-tai
no toitsu maupun ki musubi.
Dengan memahami senam
Tekubi (pergelangan tangan),
Ashi (gerak langkah) dan
Tai sabaki (gerak tubuh) yang
berlandaskan AIKI,
seseorang akan dengan
cepat mengerti cara
melakukan katame atau nage.
Untuk dapat terampil, harus
latihan sesering mungkin.
Salam Olahraga dan BU,
Prawira,
Dojo AIKI-DO dan AIKIDO
Dojo AIKI-DO dan AIKIDO
Rungkut Asri Barat 10 / 30,
Telpon: 8700076, Surabaya.
Telpon: 8700076, Surabaya.
KESIMPULAN
Ada LIMA hal yang harus
diajarkan dalam AIKI-DO
sebagai the Way of AIKI:
1. Mengajarkan gerak rasional.
Untuk eliminasi resiko terduga
(resiko yang tidak wajar) akibat
kesemberonoan cara mengajar,
kesemberonoan jarak & posisi,
dan lain-lain yang tidak rasional.
2. Mengajarkan cara gerak yang
tepat guna secara rasional.
Untuk memahami tekubi undo,
ashi, ma'ai, dan tai sabaki
yang langsung dapat dipakai
untuk melakukan katame
(teknik kuncian) dan nage
(teknik lempar) dalam
waktu singkat.
3. Ki-shin-tai / Shin-shin =
latihan khusus
ki-mind-body lewat gerak
cepat-tepat-mantap dengan
alat KAMI HANBO - yang murah
dan mudah diperoleh / dibuat.
Untuk eliminasi resiko terduga
(resiko yang tidak wajar) akibat
kesemberonoan cara mengajar,
kesemberonoan jarak & posisi,
dan lain-lain yang tidak rasional.
2. Mengajarkan cara gerak yang
tepat guna secara rasional.
Untuk memahami tekubi undo,
ashi, ma'ai, dan tai sabaki
yang langsung dapat dipakai
untuk melakukan katame
(teknik kuncian) dan nage
(teknik lempar) dalam
waktu singkat.
3. Ki-shin-tai / Shin-shin =
latihan khusus
ki-mind-body lewat gerak
cepat-tepat-mantap dengan
alat KAMI HANBO - yang murah
dan mudah diperoleh / dibuat.
4. Ki Musubi / Go'i =
latihan khusus
gerak tangan & tubuh tepat
waktu - arah - jarak - posisi
terhadap serangan bersambung,
perubahan serangan, atau
tenaga / gerak perlawanan
yang mendadak, cepat dan kuat.
latihan khusus
gerak tangan & tubuh tepat
waktu - arah - jarak - posisi
terhadap serangan bersambung,
perubahan serangan, atau
tenaga / gerak perlawanan
yang mendadak, cepat dan kuat.
5. Kreasi solusi spontan beladiri
nyata (di ruangan sempit,
posisi buruk, kondisi fisik jelek,
dll.)
nyata (di ruangan sempit,
posisi buruk, kondisi fisik jelek,
dll.)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar