Selasa, 22 November 2016

Berubah karena pemahaman manfaat dan kewajiban

Apakah cara saya mengajarkan Aikido berubah terus?
Jawaban saya adalah "YA' dan "TIDAK".

YA, untuk pelatihan WAZA. Berubah karena pemahaman manfaat dan kewajiban.
1970 - 1972 waza kreasi spontan AIKI dan waza TOMIKI AIKIDO.
Pelatihan AIKI saya berikan karena saya memahami keragaman manfaatnya (setelah mendapat bimbingan O Sensei melalui Tohei Koichi shihan selama 2 tahun, 1967 awal - 1968 akhir).
Pelatihan waza TOMIKI Aikido saya berikan sebagai kewajiban saya yang berstatus praktisi TOMIKI Aikido.
1972 - 1977 waza kreasi spontan AIKI, waza step by step Prof. Tomiki Kenji, dan waza aturan / kurikulm AIKIKAI
Pelatihan waza AIKIKAI saya tambahkan setelah diminta merintis / memperkenalkan Aikido aliran AIKIKAI oleh Hombu-cho AIKIKAI dan tokoh-tokoh lain.
1977 - 2000 diwajibkan hanya mengajarkan waza metode AIKIKAI.
Setelah ditunjuk sebagai Representative almarhum Doshu Ueshiba Kisshomaru (1977) saya diminta hanya mengajarkan WAZA cara AIKIKAI saja.
2000 - 2015 memperhatikan perubahan dan perbedaan individu cara latihan yang dilakukan banyak shihan AIKIKAI serta hilangnya nilai AIKI WAGO, saya mundur dari AIKIKAI, dan mencoba memperkenalkan WAZA yang bersifat AIKI WAGO dan rasional.
2016 - . . . . . .
Setelah mencermati kebutuhan aktivitas masa kini dan mencermati lagi ajaran O Sensei yang saya terima, saya akhirnya memberanikan diri untuk mengajarkan Aikido sebagai AIKI DO (the way of AIKI - bukan dalam arti sempit sebagai "the way of harmony") dan OLAHRAGA (tepatnya: pelatihan kebugaran dan kecerdasan).

TIDAK pernah berubah, untuk pelatihan AIKI.
(Meski pernah ditiadakan akibat tidak tercantum dalam aturan / kurikulum AIKIKAI). 
Hanya saja untuk mempermudah pemahaman AIKI, saya memakai istilah berbahasa Indonesia: Perpaduan antara Raga (gerak), Akal Sehat, Daya Kemauan, Daya Rasa, dan Ilmu pengetahuan terapan.

AIKI DO sebagai Olahraga AIKI DO Rasional:
1. Tidak boleh dikomersialkan dan dipersaingkan sebagai dagangan.
2. Sesuai dengan kehidupan di Indonesia, TIDAK melakukan tata cara hormat model agama Jepang.
3. Seperti olahraga lain, latihan tiap gerak dilakukan secara berulang, setahap demi setahap.
4. Utamakan pemahaman, pelatihan, dan cara menerapkan AIKI (ki-shin-tai no toitsu + ki no nagare dan ki musubi + aiki no nagare) sebagai The Way of AIKI (bukan dalam arti sempit sebagai "the way of harmony")..
5. Segala WAZA spontan berlandaskan AIKI, rasa KASIH (tanpa niat dan pikiran negatif), tanpa benturan, tanpa gaya, tanpa bunyi, dengan cara aksi yang realistis dan cepat, dan cara reaksi yang sesuai dengan kondisi fisik, rasional, ilmiah.
6. Dipertandingkan sebagai lomba prestasi nyata (kecepatan kreasi mengatasi masalah realistis secara rasional dan bijak).

Salam,
Prawira, Surabaya.

Aikido di Indonesia (2) 1970

1970
Aikido aliran Tomiki Aikido
diperkenalkan oleh
Bapak Shimizu 
di Surabaya.

 

Aikido di Indonesia (1) 1967 - 1968

1967 - 1968
Bapak 黄合祥 (yang kemudian bernama: Prawira) 
mendapat bimbingan tentang AIKI 
(ki-shin-tai no toitsu dan ki musubi) 
mulai dari cara pemahaman dan pelatihan, 
sampai dengan cara penerapan AIKI 
dalam aneka aktivitas.

Minggu, 13 November 2016

Mengenal AIKIDO dan Olahraga AIKI DO Rasional

AIKIDO
Aikido adalah nama seni beladiri asal Jepang yang diartikan sebagai The Way of Harmony atau The Way of Spiritual Harmony.
Aikido berasal dari WAZA (jurus) seni beladiri Jepang yang lebih kuno yang bernama Daitoryu Aikijujutsu (dulu: Daitoryu Jujutsu) yang diajarkan Grand Master Takeda Sokaku kepada Grand Master Ueshiba Morihei.
Aikido dikembangkan oleh banyak aliran untuk tujuan yang berbeda, antara lain:
1. untuk olahraga (yang dipertandingkan)
2. untuk kesehatan (ki atsu)
3. untuk seni beladiri
4. untuk keindahan gerak
5. untuk pelestarian tradisi dan tata cara (agama) Jepang
6. untuk demo pental-pentalan 

Ada dua aliran besar Aikido yang mengadakan pertandingan Aikido. Yang satu melakukan pertandingan jenis TANTO RANDORI dan jenis EMBU, sedangkan yang lain melakukan pertandingan jenis TAIGI.

Olahraga AIKI DO Rasional adalah olahraga yang lebih mengutamakan pelatihan dan terapan AIKI karena Olahraga AIKI DO Rasional berpegang teguh pada ajaran AIKI DO sebagai The Way of AIKI (Aiki merupakan paduan dua unsur, Ki-shin-tai no toitsu dan Ki musubi, Ki no nagare dan Aiki no nagare).
Olahraga AIKI DO Rasional tidak melestarikan tradisi dan tata cara agama Jepang yang tidak dianut oleh bangsa-bangsa lain. Misalkan penyembahan kepada benda mati (foto, tulisan, gambar) yang di Jepang merupakan tata cara penghormatan / penyembahan yang dilakukan dalam agama-agama Jepang.

Tujuan Olahraga AIKI DO Rasional adalah:
1. Pelatihan KECERDASAN 
2. Pelatihan KEBUGARAN
Karena kebugaran perlu untuk hidup dan beraktivitas, sedangkan kecerdasan perlu untuk mengentas masalah yang selalu ada dalam kehidupan dan segala aktivitas.

Apakah Olahraga AIKI DO Rasional berbeda dengan  Aikido tradisional?
Tentu saja.
1. Aikido tradisional melestarikan ketradisionalan model Jepang tempo dulu.
2. Aikido lebih utamakan WAZA dengan cara latihan LIHAT - TIRU - HAFAL dan system tingkat KYU - DAN.
Sedangkan Olahraga AIKI DO Rasional:
1. Disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masa kini di manapun.
2. Lebih utamakan AIKI dengan cara latihan LAKUKAN - RASAKAN (jika ada yang kurang nyaman atau kurang baik, dikoreksi, lalu dilakukan dan dirasakan lagi).

Apakah Training Center Aikido tidak berada di Jakarta?
Sebetulnya, sejak Aikido dirintis di Indonesia (1970), pusat latihan berada di Surabaya. 
Mengapa? 
Karena Perintis Aikido (TOMIKI Aikido), Bapak Shimizu Toshio, dulu tinggal di Surabaya. 
Begitupun dengan Perintis Aikido (AIKIKAI) di Indonesia, yang juga Representative Aikido World Headquarters dan Aiki Doshu, Ueshiba Kisshomaru (1977), yaitu  Bapak Prawira, berdomisili di Surabaya.

Dan sekarang, setelah mencermati segala perkembangan yang ada, Bapak Prawira yang sebelumnya juga belajar Kungfu, Pencak Silat, dan Tinju, berpendapat:
1. Alangkah baiknya, jika suatu masalah diselesaikan dengan akal sehat bukan dengan adu mulut, apalagi dengan tarung.
2. Alangkah baiknya, jika tubuh kita selalu bugar dan otak kita selalu cerdas. Segala aktivitas dilakukan tanpa niat dan pikiran negatif.

Mana yang lebih baik Aikido atau Olahraga AIKI DO Rasional?
Semua tergantung pada tujuan dan kepribadian individu yang ingin belajar.

Mengapa disebut Rasional?
1. Karena tujuan latihan adalah untuk kerasionalan bertindak.
2. Waza yang diajarkan bukan untuk diterapkan secara tradisional, tetapi secara rasional.
 
  

Selasa, 01 November 2016

GET BETTER




Olah Diri dan AIKIDO

Olah Diri dan AIKIDO

1. Kosultasi Waza Aikido GRATIS 
    tidak harus menjadi anggota.
    (syarat: Datang beserta "uke".)
2. Iuran latihan olahraga 
    AIKI-DO RASIONAL 
    kelompok pelajar / mahasiswa  
    GRATIS

Hanya di Pusat Latihan  
Olahraga AIKI-DO RASIONAL 
dengan alamat:

BALAI  OLAH  DIRI  GB
Rungkut Asri Barat 10 no. 30, 
Surabaya. 
Telepon: 031 - 8700076.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -

OLAH DIRI dapat berupa
1. Olah Moral 
2. Olah Mental
3. Olah Logika
4. Olah Memori
5. Olah Daya Konsentrasi
6. Olah Raga
7. Olah Rasa
8. Olah Wawasan
9. Olah Prestasi (Studi, dll.)

Olah Moral dengan rileks diri 
dan perenungan hal-hal baik. 

Olah Mental dengan latihan 
kemauan.

Olah Logika dengan latihan 
mengentas masalah secara 
rasional.

Olah Raga dapat dilakukan 
dengan senam ataupun 
olahraga apapun.


Info Olah lainnya juga 
dilakukan secara rasional 
dan ilmiah.
 
AIKI-DO dengan WAZA-WAZA 
yang RASIONAL merupakan  
Olah Raga dan Olah Logika.

AIKI-DO = Aikido (waza) plus
terapan AIKI yang nyata dan 
rasional.

Tindakan Beladiri tanpa 
LOGIKA (kerasionalan) dapat 
membahayakan diri sendiri 
dan orang lain di sekitar kita.