Kamis, 21 Agustus 2014

Apa buktinya Olahraga PRAWIRA lebih baik daripada AIKIDO?


Ada yang jengkel ketika ada yang berkata "Olahraga PRAWIRA lebih baik dan lebih berguna daripada AIKIDO" lalu bertanya:
"Apa buktinya Olahraga PRAWIRA yang asal Indonesia, yang hanya berupa senam dan tarian, lebih baik dan lebih berguna daripada AIKIDO yang asal dan asli Jepang?"

Olahraga PRAWIRA memang olahraga gagasan orang Indonesia.


Karakteristik Olahraga PRAWIRA:
  1. TIDAK mengajarkan hal-hal yang dilandasi niat dan cara-cara negatif (mis. cara mengunci hingga kesakitan atau membanting keras, yang sudah diniati sejak awal gerak).
  2. RASIONAL - tidak ada rekayasa gerak atau respons / reaksi.
  3. RASIONAL - peduli pada jarak dan posisi tubuh pada tiap bagian gerak interaksi.
  4. RASIONAL - tiap gerak disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada / dihadapi.
  5. ILMIAH - tiap bagian gerak disesuaikan dengan cara kerja anggota tubuh yang bersangkutan. 
  6. ILMIAH - tiap gerak dilakukan dengan pendekatan ilmiah ilmu Psikologi, Biologi, Matematika, Fisika, dan Hukum.
  7. Pelatihan kejiwaan - keanggunan dalam tari, ketelatenan dalam senam.
  8. Pelatihan rasa - dalam tari dan senam.
  9. Pelatihan kemauan - dalam senam
  10. Pelatihan kreasi spontan - dalam beladiri spontan,  dengan menggunakan gerak senam atau gerak tarian.
  11. Pelatihan kecerdasan akal sehat - dalam pengentasan masalah (studi, bisnis, dll.) secara spontan.
  12. dapat dipahami dengan cepat dan juga dapat cepat diterapkan (tidak perlu belajar lama, hingga belasan bahkan puluhan tahun)
  13. dan lain-lain, 
tetapi / meskipun olahraga PRAWIRA bukan untuk melatih orang menjadi jagoan beladiri. Tidak ada pukulan, tendangan, juga tidak ada kuncian dan bantingan.


Ingat film Karate Kid yang dibuat dan diperani oleh Jacky Chan?
Beladiri praktis / sederhana cukup dengan pelatihan semacam itu. Tidak memerlukan pelatihan khusus jurus / teknik gerak beladiri.
Beladiri (supaya selamat) juga dapat dilakukan tanpa perlu adu otot, asalkan punya akal sehat yang cerdas.


Olahraga yang baik untuk bayi (dan segala umur) = berenang.

Olahraga yang baik kedua untuk anak-anak = senam kelenturan dan kekuatan fisik.

Olahraga yang baik dan berguna untuk pelajar / mahasiswa, wanita, orang tua, orang cacat, orang gemuk = senam dan tari dalam Olahraga PRAWIRA. 

Buktikan manfaat olahraga asal INDONESIA, olahraga PRAWIRA (pelatihan / paduan raga - willpower - rasa).



Rabu, 11 Juni 2014

Berbeda 180o dengan AIKIDO WAZA ! Lebih realistis, rasional dan ilmiah!

 Olahraga PRAWIRA

Sangat mirip dengan ajaran Grand Master Ueshiba Morihei 
tentang cara beladiri spontan yang berlandaskan AIKI.
TETAPI  berbeda 180o dengan AIKIDO WAZA !

Olahraga PRAWIRA  lebih realistis, rasional dan ilmiah! 


Asalkan mau belajar menari (untuk memahani interaksi yang harmonis rasional dalam segala tempo dan lokasi) dan senam (untuk memahami paduan gerak dengan rasa dan willpower) lebih dulu, siapapun boleh ikut olahraga kecerdasan akal sehat & beladiri spontan PRAWIRA.


di Stadion  Manahan, Solo  - 1/6 - 2014

   yang dapat dijadikan salah satu gerak beladiri wanita, 
yang langsung dapat dipakai secara efektif dan efisien 
sederhana (tanpa bentuk baku), dinamis (pelan atau cepat), 
dan bebas (berturutan atau kombinasi) mirip cara bertinju
(tetapi dengan keluwesan gerak dan kecerdasan akal sehat)

 tarian "gerak rasa" Olahraga PRAWIRA
Video:  http://youtu.be/SwF_hfnnT6w
salah satu gerak anggun bersinambungan yang juga dapat dipakai untuk beladiri 
(sesuai dengan sifat feminin dan keterbatasan kemampuan kaum wanita)
dapat lambat dan anggun, dapat juga riang dinamis





Segala informasi tentang Olahraga PRAWIRA hanya benar -- jika diberikan langsung oleh Bp. Prawira (perintis Aikido di Indonesia yang 
sesungguhnya dan yang mendapat pemahaman AIKI -- inti AIKIDO & beladiri spontan AIKI -- dari Grand Master Ueshiba Morihei) atau langsung oleh Pusat Informasi Olahraga PRAWIRA (yang semula merupakan Pusat Informasi Aikido di Indonesia).



Asal mula gagasan
olahraga PRAWIRA

Dari sumber:
AIR (perpaduan harmonis hidrogen dan oxigen) beserta sikap dan cara gerak air
dan ajaran:
1.  pengobatan diri-sendiri
2.  olahraga tinju & beberapa seni beladiri Asia
3.  keselarasan antara raga / gerak – rasa & pikiran – kemauan / semangat
4.  keselarasan interaksi
serta pengamatan dalam hal:
1.  kebutuhan hidup masa kini: kebugaran, kecerdasan, sikap bijak, dan kesejahteraan / kenyamanan hidup
2.  kondisi kesehatan dan cerapan ilmu sebagian besar masyarakat di Jawa, Sumatera, kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali
3.  mahalnya harga obat, biaya dokter dan rumah sakit
4.  keterbatasan kemampuan (kaum wanita, anak-anak, orang sakit, orang lanjut usia, dll.) dalam menghadapi suatu tindak kekerasan dan paksa yang tidak terelakan
dan pertanyaan:
1.  mengapa tidak ada olahraga yang dapat sekaligus menghasilkan kebugaran, kecerdasan akal sehat, dan sikap bijak
2.  mengapa tidak ada seni / ilmu beladiri yang seperti olahraga tinju yang begitu dipelajari dengan benar, selama setengah jam misalnya, dapat langsung dipakai / diterapkan secara nyata, baik untuk olahraga maupun untuk beladiri.
3.  mengapa tidak ada cara beladiri yang betul-betul sesuai dan berguna untuk kaum wanita dan anak-anak (padahal tindak paksa dan kekerasan terhadap kaum lemah makin bertambah / sering terjadi)
4.  mengapa gerak tari dianggap tidak dapat digunakan untuk beladiri, bahkan ada seni beladiri yang dibuat menari sehingga hasilnya aneh karena disebut tarian ada gelundungan (rolling), disebut beladiri tampak gerakannya sudah tidak efektif apalagi efisien
munculah gagasan:
Olahraga PRAWIRA
untuk segala usia dan segala gender
agar dapat menjadi tetap (bahkan lebih) bugar, cerdas, dan bijak (dalam menghadapi dan mengatasi masalah)
Olahraga PRAWIRA
yang mengajarkan:
1.  gerak tari (anggun / lambat atau riang / dinamis)
(untuk melatih keterampilan berinteraksi secara rasional dan ilmiah dalam tempo apapun)
2.  gerak senam (lambat atau cepat)
(untuk melatih perpaduan nafas, tempo dan model gerak, daya rasa, daya kemauan, dan daya konsentrasi dalam tempo apapun)
3.  olahraga kecerdasan akal sehat
(untuk mengatasi masalah dengan pendekatan faktor  WHAT – WHY – HOW – WHEN)
4.  beladiri sederhana dengan kreasi spontan
(yang mudah, alami, rasional, ilmiah, bijak)