Minggu, 30 Juli 2017

Aturan AIKI-DO (The Way of AIKI)

Aturan AIKI-DO
(the Way of AIKI) 


AIKI-DO (the Way of AIKI) 
sebagai Shin Budo (真武道)
atau Real Budo, maupun 
sebagai olahraga Shin Shin
(心身運動) mempunyai
aturan latihan dan gerak 
sbb:
1. Dilakukan dengan AIKI
(bukan hanya KI, bukan 
hanya WAZA / teknik).
2. Dilakukan dengan otak
(bukan hanya otot).
3. Gerakan harus harmonis
terhadap kemampuan tubuh, 
harmonis dengan lingkungan,
harmonis dengan niat orang
lain, dan harmonis dengan
kemungkinan dan perubahan.
4. Ada AIKI, gerak apapun 
boleh, asalkan masuk akal 
dan tidak beresiko terduga.
5. Gerakan dianggap beresiko
jika UKE (penyerang) dapat
menyentuh tubuh (bagian 
apapun kecuali lengan / 
tangan).
6. Meski lengan dan tangan
sering menerima resiko, 
sedapat mungkin dengan 
AIKI dan otak, lengan / 
tangan tidak terluka atau 
cedera.
7. Latihan terhadap satu 
orang harus dibayangkan
sebagai latihan terhadap
beberapa orang dari 
beberapa arah.
8. Latihan terhadap senjata 
yang tidak berbahaya harus
dibayangkan sebagai 
latihan terhadap senjata 
yang berbahaya. 
9. Latihan harus NYATA, 
mendadak, cepat, mantap / 
kuat, pada waktu dan dari 
arah yang tidak terduga.
10. Latihan harus dapat 
diterapkan pada segala 
lahan, luasan, maupun 
rintangan gerak. 
11. Latihan harus dapat 
diterapkan pada segala
kondisi (diri, UKE, atau 
lingkungan), situasi (pagi 
atau malam / gelap), dan 
keterbatasan kemampuan,
waktu, dan ruang.

Sebelas aturan ini sulit
diterapkan, karena itu 
sering diabaikan para 
pelatih senior (shihan), 
mereka kuatir mendapat 
malu di depan murid.
Apalagi, publik lebih suka
yang FUN, dapat untuk 
pamer dan kumpul-kumpul, 
daripada latihan yang 
benar secara serius. 












Rabu, 26 Juli 2017

Olah-gerak MIND & BODY




Olah-gerak MIND & BODY
(+ Rational Aiki Do)

terdiri atas:
1.    Latihan logika                 
(kaji ulang katame & nage waza Aikido)
2.    Latihan gerak       
                 (mind & body exercise)
3.    Latihan stamina
(stamina & speed)
4.    Latihan jarak                    
                 (distance)
5.    Latihan langkah                     
                 (footwork)
6.    Latihan reaksi statis              
                 (static counter)
7.    Latihan reaksi dinamis     
                        (dynamic change)
8.    Latihan tindakan rasional 
                       (paper stick)
9.    Latihan jari & lengan
                        (pick & twist)



















Olah-diri LIMA 

terdiri atas:
1.    Olah Kinerja Tubuh
untuk kemampuan fisik, stamina, 
kepekaan interaksi
2.    Olah Kinerja Otak
untuk konsentrasi kanan-kiri, 
daya ingat, daya kreasi, logika
3.    Olah Emosi
untuk ketenangan, kesabaran, 
kecermatan, dan ketekunan
4.    Olah Kemauan
untuk bina kemauan yang stabil 
dan kuat
5.    Olah Rasa
untuk kepekaan rasa, seni, 
dan lainnya

Terapan Olah-diri LIMA
·       Menghadapi dan mengolah 
masalah gawat, beragam, dan 
mendadak, dalam segala 
keterbatasan dan ketidak-nyamanan.
·       Kreasi solusi yang mudah, efektif 
     dan efisien, secara cerdas dan bijak.

Jumat, 30 Juni 2017

Jika tidak ingin belajar Aikido yang konyol, irrasional dan tidak realistis, . . . .

Jika tidak ingin belajar 
Aikido yang konyol, 
irrasional dan 
tidak realistis, . . . . 

TIRULAH CARA BELAJAR 
PAK PRAWIRA

Sebelum mendapat petunjuk O Sensei 
tentang AIKI (bukan waza Aikido) 
selama dua tahun (1967 - 1968), 
Pak Prawira adalah praktisi Kungfu,
Tinju, dan Pencak Silat, termasuk ikut
aneka pertandingan yang ada. Bukan 
untuk menang, tetapi untuk memahami
secara nyata hal-hal yang terjadi saat
sebelum, ketika berlangsung, dan 
saat sesudah pertandingan.
Menurut Pak Prawira, itu perlu untuk 
mengasah logika dan kepekaan diri 
terhadap kenyataan dan perubahan 
yang sering membuat orang kuatir dan
takut.

Saat mendapat petunjuk O Sensei, 
sebetulnya Pak Prawira tidak paham 
apa yang dimaksud O Sensei. Sebab 
O Sensei banyak memakai kata-kata 
yang tidak umum. 
Untung saja, Tohei Koichi shihan 
(AIKIKAI dojo-cho, sekaligus satu-
satunya Aikido-ka DAN 10 semasa 
O Sensei hidup) selalu menyertakan 
karakter-karakter Kanji / Tionghoa.

Dari tugas-tugas untuk menjawab 
pertanyaan-pertanyaan O Sensei, Pak
Prawira memahami AIKI dengan 
baik. 
Sesuatu yang langka, karena 
banyak shihan Jepang (DAN 8 ke atas) 
tidak paham cara latihan apalagi cara
penerapan AIKI dalam Aikido, meski 
mereka sering / banyak bicara tentang 
AIKI atau menamakan sesuatu dengan
kata AIKI.
Gerakan waza Aikido mereka banyak 
yang mengandung resiko yang 
dapat diduga lebih dulu, seperti yang 
terlihat dalam beberapa foto seminar 
Aikido mereka di Amerika Serikat (yang 
pernah dimuat di BLOG ini untuk 
tidak ditiru).

Dalam hal waza, Pak Prawira tidak mau 
dikekang untuk belajar waza sebuah 
aliran saja. 
Sebab beliau tahu cara mengajar Prof. 
Tomiki Kenji yang step by step, tidak 
borongan, sangat bagus.
Cara Tohei Koichi shihan yang 
mewajibkan latihan SHIN-SHIN toitsu
dulu sebelum latihan waza, juga sesuai 
dengan petunjuk O Sensei kepada saya.
Cara mengajar Shioda Gozo shihan dan
Mochizuki Minoru shihan yang realistis
dan praktis, betul-betul mencerminkan 
BUDO, bukan Bullshit Do.

Seperti yang dilakukan O Sensei,
Pak Prawira sering melakukan
perubahan dan perbaikan pada cara dan 
materi latihan, supaya selalu sesuai 
dengan kenyataan dan kebutuhan  
masa kini.
Semula (1970 - 1973), cara yang dipakai 
adalah perpaduan dari cara O Sensei, 
Tohei Koichi dan Tomiki Kenji shihan.
Kemudian, sesudah kedatangan 
Soma Kiyoshi shihan (1973), utusan 
Ueshiba Kisshomaru Doshu, segalanya 
disesuaikan dengan cara dan program 
AIKIKAI yang berlaku saat itu.
Setelah Pak Prawira keluar dari AIKIKAI 
karena tidak setuju dengan cara-cara 
baru AIKIKAI, Pak Prawira kembali ke 
cara-cara realistis dan rasional, sesuai
dengan petunjuk O Sensei (1967 - 1968).



Video di atas adalah ajaran 
Pak PRAWIRA yang realistis dan 
rasional (belasan tahun yang lalu) 
sebelum dievaluasi dan diperbaiki 
lagi sebagai materi LATIHAN LOGIKA
dalam Olah-gerak MIND & BODY.