Rabu, 14 Februari 2018

Cara latihan tanpa cedera sendiri, yang betul-betul untuk beladiri nyata, bukan hanya embu.

Perbedaan antara latihan
Aiki Undō - Mind & Will - Aikido

AIKI UNDŌ
合氣運動

Latihan AIKI UNDŌ terdiri
dari latihan AIKI (合氣), berupa:
1. terapan nyata penyaluran KI
2. terapan sikap KI-SHIN-TAI,
3. terapan gerak padu AIKI
4. kreasi spontan AIKI WAZA.
yang dilakukan secara realistis,
rasional, dan ilmiah sesuai 
dengan kaidah UNDŌ (運動) / OLAHRAGA.


Apa beda AIKI UNDŌ (yang baru 
diperkenalkan di Asia) dengan AIKIDO?
AIKIDO = pelatihan seni gerak NAGE dan KATAME (yang umumnya dengan gerakan / langkah yang besar dan untuk embukai), yang di Jepang terpecah menjadi beberapa kelompok / aliran.

AIKI UNDŌ = olahraga / pelatihan ilmu AIKI (tanpa waza NAGE ataupun KATAME) yang mempelajari dan menerapkan latihan TEKUBI / KOTE UNDO, AIKI MA'AI, dan AIKI ASHI, secara dinamis (gerak cepat, dll) untuk:
1. OLAHRAGA (keterampilan gerak dan kebugaran yang alami dan ilmiah), 
2. BELADIRI (kreasi spontan yang mudah dilakukan, praktis dan rasional), dan 
3. PERTANDINGAN LOGIKA (pertandingan entas masalah sambil belajar menemukan cara dan solusi yang lebih baik).

Sebagai UNDO / OLAHRAGA tidak ada tingkatan sabuk dalam latihan, sebab yang dinilai bukan jumlah waza yang diketahui, tetapi keterampilan gerak yang mampu dilakukan dengan baik dan benar (rasional).

Karakteristik Latihan AIKI UNDŌ
1.   AIKI UNDŌ betul-betul
mengajarkan terapan nyata
penyaluran KI (sejak awal latihan),
menerapkan sikap KI-SHIN-TAI,
gerak padu AIKI, dan mengajarkan
WAZA kreasi spontan AIKI
(bukan waza hafalan yang dikutip
dari waza-waza Daitoryu Aikijujutsu)
yang realistis dan rasional,
baik untuk olahraga maupun
beladiri nyata (tanpa persekongkolan
gerak).
2.   Latihan AIKI UNDŌ disebut salah,
jika lawan terus menerus (untuk
segala tingkat) tidak boleh menyerang
dan menyerang balik dengan cepat,
mantap, sesuka hati, terus menerus,
mendadak, di mana dan kapanpun.
3.   Latihan AIKI UNDŌ disebut salah,
jika gerak AIKI UNDŌ tidak dilakukan
secara realistis dan rasional.
4.   Latihan AIKI UNDŌ disebut salah,
jika dalam interaksi maupun gerak
sederhana tidak ada terapan
penyaluran KI, sikap KI-SHIN-TAI,
gerak padu AIKI, dan WAZA
kreasi spontan AIKI yang mudah
dan sederhana.
5.   Gerak / Waza spontan AIKI UNDŌ 
disebut salah
jika lawan mampu menyentuh
tubuh atlet AIKI UNDŌ.


MIND & WILL

Latihan MIND & WILL 
sambil belajar:  What – Why  &  How – Why – When 

v Senam Rasa MIND & WILL          
1.   putar tubuh (untuk kestabilan tubuh)
2.   senam sendi dan otot jari kaki – pergelangan kaki – betis – lutut – paha
3.   senam sendi dan otot pinggul – punggung – dada – perut
4.   senam sendi dan otot bahu – lengan – siku – tangan – jari
5.   senam leher – rahang – mata
6.   senam konsentrasi kiri – kanan bersamaan
7.   senam getar tubuh dan suara (untuk menggiatkan kerja organ dalam tubuh)

v Latihan Dinamis MIND & WILL
1.   Latihan ketenangan MIND & WILL dan kedinamisan WILLPOWER
2.   Gerak alir willpower (diawali gerak lengan & tubuh, dilanjutkan dengan gerak langkah)
3.   Kelenturan tubuh
4.   Keringanan gerak
5.   Stamina (gerak cepat, mantap, nafas lancar)
6.   Kontrol gerak cepat pribadi
7.   DAYA jarak 1 inch (jari, siku, telapak, lutut, kaki)
8.   Keterampilan penggunaan TONGKAT KERTAS
9.   DAYA MEMORI

v Latihan Interaksi Dinamis MIND & WILL
1.   LOGIKA – DAYA KREASI (dalam gerak interaksi / beladiri)
2.   LIHAT – DENGAR – RASA
3.   KONTROL JARAK – POSISI – KESELARASAN GERAK INTERAKSI
4.   KREASI (SPONTAN) DALAM ANEKA KETERBATASAN – POSISI – LOKASI – KONDISI
5.   AKSI CEPAT DADAKAN – PERUBAHAN AKSI – KEMUNGKINAN REAKSI
6.   PERMAINAN EMPAT ARAH (latihan problem solving)

AIKIDO
CARA LATIHAN AIKIDO
YANG BENAR
1.  AIKIDO sebenarnya adalah 
     BUDO, jalan atau cara (DO
     menghadapi dan menghentikan 
     serangan / tindak kekerasan (BU).
Bukan untuk pertunjukan /
demonstrasi, kemampuan semu 
yang tidak realistis dan 
tidak rasional. 
2.  AIKIDO berarti jalan  dan cara
AIKI, bukan hanya nama suatu
seni asal Jepang "Aikido".
3.  AIKIDO terdiri dari dua unsur:
a.  AIKI (yang terdiri dari sikap /
kondisi ki-shin-tai no toitsu
dan gerak padu ki musubi).
b.  WAZA spontan BU dan AIKI.
     terapan ILMU AIKIDO, berbentuk
     kreasi spontan sesuai keadaan 
     nyata yang harus dihadapi.
AIKIDO masa kini umumnya hanya 
mengajarkan WAZA hafalan yang 
dikutip dari jurus / teknik Daitoryu 
Jujutsu / Aikijujutsu, tetapi diubah
dan lebih mengarah ke pertunjukan
SENI / keindahan gerak, bukan 
beladiri yang sesungguhnya 
seperti ajaran Daitoryu Aikijujutsu.
Tetapi, tidak semua Aikido 
mementingkan keindahan dan untuk
dipertontonkan. Misalkan saja, 
AIKIDO aliran TOMIKI KENJI, yang 
cepat dan dipertandingkan. AIKIDO
aliran TOHEI KOICHI yang utamakan
pelatihan KI mulai awal latihan. 
4.  AIKIDO di Jepang ada banyak
macam / aliran yang mempunyai
induk organisasi, aturan, cara dan
tujuan latihan yang tidak sama.
JANGAN PILIH NAMA ALIRAN / 
PEMIMPIN ALIRAN, pilihlah
yang latihannya praktis, realistis,
rasional, dan dapat diterapkan
tanpa resiko cedera atau cacat
di hari tua.
5.  AIKIDO yang baik adalah yang
diajarkan secara realistis dan
rasional, sesuai dengan keadaan
sekarang dan bermanfaat nyata,
serta memberikan kemampuan
nyata (bukan hanya saat latihan).
6.  AIKIDO yang baik adalah AIKIDO
yang minimal diajarkan sesuai
dengan cara pelatihan WAZA yang
benar dan rasional (tidak 
membahayakan diri sendiri.)  

Disajikan dari penjelasan Bapak Prawira,
instruktur MIND & WILL dan instruktur 
AIKI UNDŌ.
Bapak Prawira adalah perintis AIKIDO 
yang sesungguhnya di Indonesia, bukan
tiga mantan mahasiswa Jepang yang 
tinggal di Jakarta.
Bapak Prawira juga merupakan 
orang satu-satunya di Indonesia 
yang dipercaya sebagai 
Representative Aikido World Headquarters 
sejak 1977, 





















dan juga satu-satunya orang di Indonesia 
yang pernah mendapat petunjuk 
Guru Besar AIKIDO,
Ueshiba Morihei, pada tahun 1967-1968,
karena itu paham cara mengajarkan
terapan AIKI dan WAZA SPONTAN,
bukan hanya KI atau WAZA hafalan,
dan mampu mengoreksi kesalahan
beberapa instruktur Aikido asal
Jepang - DAN 8,
yang mengadakan seminar / latihan
internasional di USA,
(termasuk di antaranya 
penasihat teknik internasional - 
foto baris ke 2 sebelah kiri  - 
yang pernah diingatkan 2X 
resiko ajarannya untuk beladiri nyata
sewaktu datang
ke Surabaya dan Jakarta, oleh
Bapak Prawira.)








































合氣運動  (aiki undō) MIND & WILL 
Training Center
+++
Pondok Konsultasi Gratis
AIKI, WAZA, dan AIKIDO 
(dalam Bahasa Indonesia atau Inggris)

      jalan Rungkut Asri Barat 10 / 30,
      Kelurahan Rungkut Kidul,
      Kecamatan Rungkut,
      SURABAYA.

Telpon: (031) 8700076
WhatsApp: 0852 1124 3223 









Senin, 01 Januari 2018

Semoga sharing ini berguna

Sewaktu kecil, ketika belajar beladiri (kungfu)
saya harus hafal banyak jurus (beserta
namanya). Perlu waktu latihan lama untuk
dapat dipakai dengan baik.
Ketika besar, belajar pencak silat juga harus
hafal jurus dan namanya.
Ketika belajar tinju, tidak ada nama atau jurus
yang harus dihafal, hanya dua hal yang harus
diingat (1) pukul cepat dan mantap, (2) baca
gerak lawan. Pukulan hanya tiga (1) jab (lurus
cepat), (2) hook (untuk block sekaligus serang),
(3) upper cut (untuk jarak yang dekat sekali).
Karena tidak ada jurus, ternyata latihan tinju 

justru dapat segera dipakai dengan baik.
Semua ilmu ternyata ada kelebihan dan 

kekurangan masing-masing, juga ada 
keistimewaan masing-masing.
Karena itu baik sifu, pendekar sepuh, dan 

pelatih tinju saya semua berkata sama / senada 
yaitu: 
Pintar harus, bangga apalagi sombong jangan."

Setelah mendapat petunjuk dua inti ajaran AIKI
(dari Grand Master Ueshiba Morihei, 1967-1968)
yang TANPA JURUS, ternyata saya dapat
menganalis dan mengoreksi keirrasionalan
gerak waza (jurus) Aikido yang wajib saya
ajarkan kemudian oleh pimpinan Aikido di
Jepang yang tampaknya sudah tidak
memahami AIKI yang pernah diajarkan
kepada saya.

Ketika saya diundang untuk ikut menemui
seorang ahli beladiri muda belia asal Tiongkok
yang belajar pada sinshe (tabib) keliling desa
di Tiongkok, ternyata dia berilmu hebat, baik
teori ilmu pengobatan, beladiri dan lainnya,
maupun kemampuan nyatanya.
Dia mengatakan sifunya tidak pernah memberi
nama ilmu-ilmunya. Juga tidak pernah minta
dia menghafal gerak (jurus).
Sifunya hanya menyuruh dia melakukan (apa
yang disuruh) sambil mempelajari segala hal
yang terkait dengan apa yang dia lakukan itu.
Contoh dalam pengobatannya:
Dia menyentuh lengan saya, langsung dapat
mempelajari kondisi kesehatan saya, dan
melakukan cara pengobatan yang ternyata
manjur sekali, tanpa obat herbal atau
obat apotek apapun!
Contoh dalam gerak interaksi / beladiri:
Dia selalu dapat membaca serangan cepat
mendadak yang saya lakukan di depan
maupun di belakang dirinya, lalu cukup
menggeliat sedikit dan menjulurkan tangan,
saya sudah tertotok. Mungkin hanya perlu
waktu sedetik.
Persis dalam cerita film silat tempo dulu.
Sayang dia di Surabaya hanya semalam.

Sikap buku dan gerak air, Cara Tinju, Cara
AIKI (bukan Aikido / Aiki Jujutsu), dan Cara
Sambil Belajar, membuka wawasan saya untuk
dapat mengajarkan apa saja dengan lebih baik
dan lebih bermanfaat daripada sebelumnya,
termasuk olahraga & senam, bahasa asing,
manajemen, dan pengetahuan terapan lain,
yang saya miliki.

SEMOGA BERGUNA. (Prawira, Surabaya)

Minggu, 05 November 2017

Latihan WAZA dan AIKI cara Dojo Rungkut Asri Barat, Surabaya

Latihan WAZA + AIKI 
cara DOJO Rungkut 
Asri Barat, Surabaya.

Selama ini, orang melihat 
Aikido adalah cara beladiri
yang dilakukan dengan
gerakan indah besar 
berputar-putar lebar, 
dengan gerak serang yang 
kurang cepat dan tertentu.

Ini karena orang hanya
melihat cara latihan
aliran Aikikai yang banyak
di Indonesia maupun di
Youtube.

Karena itu banyak orang 
yang kaget ketika ikut
latihan (yang wajib 
berpasangan) di Dojo 
AIKI + WAZA di Rungkut
Asri Barat, Surabaya.

Mengapa?
Karena latihannya cepat,
gerakan waza tidak bertele-
tele dan sangat realistis. 
Mirip orang sedang fight,
meskipun latihan AIKI +
WAZA diajarkan untuk
melatih logika, stamina,
dan keterampilan gerak
saja.

Jauh berbeda dengan
sewaktu dojo itu dipakai
untuk aliran Aikikai.




 

Rabu, 04 Oktober 2017

Yang perlu dilatih dulu, kuncian atau bantingan?

Apa yang perlu 
dilatih lebih dulu? 

Beberapa pelatih Aikido
dari kelompok yang 
berbeda tidak memberi 
pendapat yang sama 
ketika ditanyai "apa yang
perlu dilatih dulu, teknik
kuncian atau bantingan?"

Tetapi sebagian besar 
berkata tidak perlu 
dipikirkan  karena mereka
harus ikut peraturan dan
program ujian kenaikan 
tingkat.

Praktisi ilmu beladiri jenis
lain juga memberikan 
pendapat yang saling 
berbeda. 

Ada yang berkata pukulan,
ada pula yang berkata 
tendangan, ada pula yang 
berkata cara menangkis
dan memukul cepat 
bersinambungan dalam
jarak dekat.

Ada pula yang sangat beda,
bukan pukulan, tendangan,
kuncian, bantingan, atau 
senjata, tetapi three-in-one
sekaligus:
1. cara bertindak dengan
    akal sehat / logika.
    (untuk menghindari
    resiko)
2. melihat dan merasakan
    yang datang dan yang
    berubah. 
    (untuk menyadari apa 
    yang akan dan sedang 
    terjadi)
3. gerak tubuh tepat waktu 
    dan tepat arah.
    (untuk sukses berusaha
    dalam keterbatasan
    kemampuan, ruang dan 
    waktu)

Perbedaan ini (three-in-one)
ini mungkin disebabkan
pelatihan tanpa nama yang
berprinsip MOVE and 
LEARN ini tidak punya
tujuan baku-hantam atau 
mengalahkan orang 
tertentu, hanya Bergerak 
Belajar Bergerak Belajar 
dan seterusnya untuk 
sukses (dalam studi, 
karir, dan keluarga / 
persahabatan)

meskipun hasil latihannya
juga berguna untuk beladiri
nyata, spontan tanpa perlu 
banyak ingat-ingat (karena 
tidak ada jurus yang harus
diingat / dipakai - gerak 
apapun boleh dipakai, yang
perlu rasional, sesuai 
kemampuan nyata dan 
keterbatasan yang ada, lalu
SELAMAT dan sedapat
mungkin TIDAK CEDERA).