Minggu, 30 Agustus 2015

Beda mutu dan daya guna Olahraga Beladiiri Aikido

Meski iuran bulanan sangat murah (bahkan gratis) bagi para pelajar dan mahasiswa, bukan berarti mutu dan daya guna Olahraga Beladiri AIKIDO rendah. Apalagi jika dibandingkan dengan AIKIDO yang hanya mengajarkan WAZA (jurus gerak).

Olahraga Beladiri AIKIDO terbagi atas 3 (tiga) tahap.
Tahap I:     Latihan Ki-shin-tai
Tahap II   Latihan perpaduan Ki-shin-tai dan Ki musubi.
Tahap III:
  1. Mencermati waza-waza tradisional (yang tanpa / dengan menggunakan senjata).
  2. Memahami waza-waza yang lebih rasional dan ilmiah (efektif dan efisien).secara sistematis
  3. Latihan KAESHI dan HENKA
  4. Latihan terapan SOLUSI SPONTAN cara AIKI (paduan ki-shin-tai dan ki musubi)

Ki-shin-tai (atau Ki-shin-tai no toitsu) dan Ki musubi semestinya adalah ajaran AIKIDO yang utama dan yang sesungguhnya.
Kedua ajaran ini sama sekali tidak merupakan pelatihan yang berbau mistik!
Meski ada kelompok penggemar mistik (tenaga sakti) yang ikut memakai nama AIKI.
Sedangkan waza yang hanyalah cuplikan (asal ajaran Daitoryu Jujutsu) yang dipermudah oleh O Sensei Ueshiba Morihei semestinya diperuntukkan bagi para pemula saja (pemula yang ingin belajar AIKIDO).

Dalam Olahraga Beladiri AIKIDO:
1. Penyerang boleh menyerang lebih dari satu kali.
2. Penyerang tidak perlu mengekor gerakan praktisi Aikido (hingga dikunci atau dibanting)..
3. Latihan harus rasional dan dapat dilakukan di mana saja.
4. Bentuk gerak penyerang tidak diharuskan begini atau begitu.
5. TIDAK ADA SUJUD terhadap benda mati apapun (meskipun hanya dalam bentuk penghormatan).
6. IMAN pada TUHAN yang diutamakan (BUKAN kemahiran sebagai jagoan beladiri)

Jadi selain ada pelatihan Ki-shin-tai, Ki musubi, Kaeshi, Henka, dan Solusi spontan, 6 (enam) hal di atas juga ikut menambah perbedaan MUTU dan DAYA GUNA Olahraga Beladiri AIKIDO - jika dibandingkan dengan pelatihan AIKIDO biasa masa kini yang fokus pada kenaikan tingkat KYU dan DAN bukan pada PROBLEM SOLVING dan kebutuhan nyata..


Jumat, 28 Agustus 2015

Kelompok PERTAMA (dari masing-masing sekolah atau fakultas - sebanyak 10 orang) BEBAS dari iuran.

Pelatihan Olahraga Beladiri AIKIDO ini diutamakan untuk membimbing kaum muda (pelajar SMA / SMK dan Mahasiswa) dengan biaya Rp. 0,- (GRATIS - bagi yang tidak mampu tetapi berdedikasi)  atau  iuran bulanan sukarela (sesuai kemampuan finasial keluarga masing-masing).
 
Kelompok PERTAMA (dari masing-masing sekolah atau fakultas - sebanyak 10 orang) BEBAS dari iuran selama 6 (enam) bulan.

Total lama waktu pelatihan cara ilmiah ini jauh lebih singkat daripada cara tradisional (yang perlu waktu banyak tahun).

Materi pelatihan lebih beragam dan nyata, serta mengandung banyak manfaat.

Olahraga Beladiri AIKIDO

Upacara pembukaan & penutupan pada pelatihan AIKIDO (aliran AIKIKAI, dll) yang dilandasi tata cara agama Jepang yaitu bersujud pada benda mati (tablet arwah, foto, gambar, tulisan, atau simbol) dianggap HARAM oleh banyak orang Islam di Indonesia. Meskipun ada juga orang Islam yang menganggapnya HALAL. Mungkin karena BELUM ada fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Begitupun dengan promosi kehebatan AIKIDO yang berlebihan, yang mengimajinasikan bahwa orang, bahkan anak kecil sekalipun, yang belajar Aikido pasti dapat menyelamatkan diri dari ganguan penjahat.
Promosi tersebut, bagi orang yang sungguh-sungguh beriman (agama apapun), yang percaya bahwa segala keselamatan hidup adalah dalam kuasa dan kehendak Tuhan (atau disebut Allah dalam bahasa Arab, disebut Gusti Sing Nggawe Urip oleh sebagian masyarakat Jawa, atau disebut Sang Hyang Widhi oleh masyarakat Bali, dll.) merupakan petanda bahwa AIKIDO dapat menyesatkan iman mereka dan karena itu tidak patut untuk dipelajari.

Resiko-resiko buruk yang mudah terjadi bahkan mungkin saja dialami, akibat cara-cara pelatihan yang kurang peduli pada kenyataan dan juga keadaan di luar dojo (tempat latihan), juga menjadi kekuatiran orang-orang yang berakal sehat dan berpikiran kritis. Orang-orang yang ingin berlatih AIKIDO untuk beladiri, ataupun yang hanya untuk berolahraga.

TIGA hal ini akhirnya menimbulkan gagasan untuk memikirkan kembali tata cara berlatih AIKIDO yang:
  1. TANPA perlu bersujud pada BENDA MATI.  (Hanya memberi hormat kepada orang hidup, itupun tanpa berlebihan.)
  2. TETAP selalu bersyukur pada TUHAN (bukan pada hal lain).
  3. RASIONAL dan ILMIAH (bahkan MULTI MANFAAT) sehingga segala resiko dapat dipertimbangkan dan dihindari.
  4. Tanpa niat / pikiran dan cara-cara negatif  --  misalkan memakai segala cara untuk menang bahkan mencederai orang dalam waktu secepat mungkin.
Latihan AIKIDO dengan EMPAT PEMIKIRAN tersebut sekarang sudah mulai diperkenalkan secara umum sebagai Olahraga Beladiri AIKIDO oleh Bapak Perintis AIKIDO (terutama aliran AIKIKAI) di SURABAYA dan INDONESIA, yang sekaligus satu-satunya orang di Indonesia yang pernah mendapat petunjuk dari Grand Master Ueshiba Morihei (1967 - 1968) dan menjadi REPRESENTATIVE AIKIDO WORLD HEADQUATERS (sejak 1977).

Pelatihan Olahraga Beladiri AIKIDO ini diutamakan untuk membimbing kaum muda (pelajar SMA / SMK dan Mahasiswa) dengan biaya Rp. 0,- (GRATIS - bagi yang tidak mampu tetapi berdedikasi)  atau  iuran bulanan sukarela (sesuai kemampuan finasial keluarga masing-masing).
Kelompok PERTAMA (dari masing-masing sekolah atau fakultas - sebanyak 10 orang) BEBAS dari iuran selama 6 (enam) bulan.

Total lama waktu pelatihan cara ilmiah ini jauh lebih singkat daripada cara tradisional (yang perlu waktu banyak tahun).

Materi pelatihan lebih beragam dan nyata, serta mengandung banyak manfaat.







Minggu, 09 Agustus 2015

Mengenal AIKIDO secara KESELURUHAN



Mengenal  AIKIDO secara KESELURUHAN
TANPA upacara hormat / sujud yang diharamkan agama

AIKIDO sering dianggap orang hanya sebagai nama seni beladiri asal Jepang yang mengajarkan teknik bantingan dan teknik kuncian yang mirip dengan teknik bantingan dan teknik kuncian ajaran Grand Master Takeda Sokaku / ajaran Daitoryu Jujutsu (yang sekarang dikenal sebagai Aiki Jujutsu).

Hal ini akibat banyak orang yang baru belajar AIKIDO (di bawah tingkat DAN 5, bahkan masih tingkat DAN 1) sudah menjadi SENSEI (Master).
Yang benar, AIKIDO bukanlah hanya nama!  Juga bukan seni beladiri yang hanya mengajarkan teknik hasil jiplakan.

AIKIDO mempunyai makna yang dalam.
AIKIDO terdiri dari pelajaran tentang AIKI (inti ajaran AIKIDO) dan pelajaran tentang WAZA (teknik gerak yang dikutip dari ajaran Grand Master Sokaku Takeda).

Pelajaran WAZA semula diperuntukkan bagi para pemula atau orang-orang tingkat DAN yang dianggap belum sanggup mendalami pelajaran tentang AIKI.
Pelajaran TE WAZA (teknik gerak dengan tangan) untuk tingkat KYU dan BUKI WAZA (teknik gerak dengan menggunakan senjata) untuk tingkat DAN.

AIKIDO mempunyai arti cara / jalan AIKI.
AIKI terdiri dari dua pelajaran, yaitu pelajaran untuk menyatukan KI melalui makna Ki-shin-tai no toitsu dan pelajaran untuk menyelaraskan diri terhadap suatu situasi atau suatu keadaan melalui makna Ki musubi.
Pelajaran AIKI diperuntukkan bagi praktisi AIKIDO senior (shihan / senior master) yang dianggap sudah sanggup mendalami pelajaran tentang AIKI.

WAZA pada masa kini juga ada dua macam, yaitu:
     1.   WAZA yang nyaris ditradisikan
     2.   WAZA yang boleh dianalis secara ilmiah (seperti waza-waza SHODOKAN  
          AIKIDO ajaran Prof. Tomiki Kenji) – seperti yang ada dalam video 
          dokumenter yang disebut SAMURAI AIKIDO dan di upload di YOUTUBE.

Selain ajaran tentang Ki-shin-tai no toitsu dan Ki Musubi, juga ada pelajaran penting lain yang disebut pemahaman KAESHI dan pemahaman HENKA.

Untuk Pelatihan AIKIDO secara keseluruhan, hingga AIKIDO tingkatan AIKI, tahapan pelatihan dapat berupa:
     1.   AIKIDO tingkatan WAZA  (Pemahaman WAZA tingkat KYU dan DAN)
     2.   Pemahaman WAZA hasil analis gerak & interaksi
     3.   Cara menerapkan Ki-shin-tai no toitsu dan Ki Musubi.
     4.   Cara pemahaman KAESHI dan HENKA
     5.   AIKIDO tingkatan AIKI   
     (Pemahaman AIKIDO secara DEWASA   tidak lagi memerlukan  
     sertifikat, sabuk hitam, atau gelar / sebutan tertentu, bahkan tidak 
     memerlukan bentuk waza tertentu untuk melakukan AIKIDO)

Lima materi ajaran inilah yang dijadikan kurikulum pelatihan AIKIDO (secara keseluruhan tetapi TANPA waktu lama, biaya tinggi, cara-cara keras, atau ‘upacara hormat / sujud’ yang dilarang / diharamkan agama)
di
Balai Olahraga Masyarakat PRAWIRA, Rungkut Asri Barat 10 / 30, Surabaya,
oleh
Bapak PRAWIRA, Bapak Perintis AIKIDO di INDONESIA (1973),
yang merupakan satu-satunya orang di INDONESIA yang pernah mendapat petunjuk Grand Master UESHIBA MORIHEI tentang AIKI (1967 – 1968) dan satu-satunya orang di INDONESIA yang pernah menjadi REPRESENTATIVE AIKIDO WORLD HEADQUARTERS (sejak 1977). 

Sabtu, 01 Agustus 2015

AIKIDO: Yang lebih rasional dan lebih nyata, ternyata lebih ringan iurannya..




Yang lebih rasional dan lebih nyata, ternyata lebih ringan, bahkan ada yang bebas biaya / iuran.

Bagi Warga SURABAYA, terutama para PRAMUKA, Pelajar SMA / SMK, Mahasiswa, Pembina PRAMUKA, Guru, Dosen, dan REPORTER:
Ada dua berita baik!
  1. Pelatihan Olahraga HAGI / AIKIDO
  2. Pelatihan Olahraga PRAWIRA
yang rasional, realistis, banyak manfaat, tanpa beban biaya banyak, dan yang utama tidak ada upacara sujud / hormat terhadap benda mati bentuk apapun yang dilarang / diharamkan agama.

Silakan perhatikan manfaat / kualitas / macam pelatihan kedua olahraga tersebut.

Olahraga Hasil Analisis Gerak & Interaksi
Olahraga HAGI merupakan pelatihan AIKIDO yang mengutamakan:
1.   Pikiran positif dan rasional, tanpa melanggar ajaran agama apapun
2.   AIKI (ki-shin-tai no toitsu & ki musubi) serta KAESHI dan HENKA
3.   WAZA yang praktis, rasional dan ilmiah
4.   Keadaan nyata di luar sasana  dan  kemampuan diri yang nyata
5.   Manfaat (untuk tubuh & pikiran) dan SELAMAT (dilindungi Tuhan)

   TANPA BIAYA PENDAFTARAN / BIAYA SERAGAM, BAHKAN IURAN HANYA Rp. 50.000 ~ Rp. 100.000 saja.


Tahapan Pelatihan:
1.  Gerak kemanunggalan diri   (KI-SHIN-TAI no TOITSU)
o   Pelatihan daya kemauan
2.   Interaksi harmonis   (KI MUSUBI)
o   Pelatihan interaksi rasional ilmiah
3.   Respon harmonis   (KAESHI)
o   Netralisasi desakan
4.   Perubahan harmonis   (HENKA)
o   Netralisasi tenaga perlawanan
5.   Teknik gerak   (WAZA – kishintai no toitsu & ki musubi)
o   Cara gerak / respon yang praktis, rasional, ilmiah
6.   Gerak & Respon spontan rasional

Hal-hal yang perlu diketahui:
1.   Berkemauan sungguh-sungguh  (mempunyai teamwork)
2.   Pasfoto 3x4 (selembar)  dan  fotocopy surat keterangan diri (selembar)
3.   Tidak datang dengan mobil pribadi  (hanya tersedia tempat parkir motor)
4.   Tidak tersedia kamar ganti maupun toilet umum

 
Olahraga PRAWIRA
      Olahraga Ringan, Singkat, Multi-manfaat untuk Pelajar, 
      Mahasiswa, Pemikir, Pekerja Keras, dan Kaum Lemah 
       Fisik.
       BEBAS  BIAYA  LATIHAN !
     Terutama untuk PEMBINA PRAMUKA.

Macam Pelatihan pada Olahraga PRAWIRA:
1.   Pelatihan Daya Akomodasi MATA
2.   Pelatihan Pencegahan Kekakuan JARI
3.   Pelatihan Pencegahan Kekakuan RAHANG
4.   Pelatihan Pencegahan URAT PUNGGUNG Terjepit
5.   Rileksasi OTOT dan SENDI
6.   Gerak Kanan – Kiri PRAWIRA (untuk daya kerja OTAK, RASA, dan kemampuan KONSENTRASI)
7.   Gerak PRAWIRA (untuk DAYA SEMANGAT dan OTOT PERUT)
8.   Gerak Getar PRAWIRA (untuk membina KESEHATAN)
9.   Gerak Kestabilan PRAWIRA (untuk KESTABILAN GERAK)
10.   Gerak Siku PRAWIRA (untuk kemampuan GERAK TANGAN)
11.   Gerak Riang – Anggun – Satria (untuk bina KEPRIBADIAN)
12.   Kreasi Keharhonisan Gerak Bersama (untuk bina DAYA KREASI)

Hal-hal yang perlu diketahui:
1.   Berkemauan sungguh-sungguh untuk membantu membina kesehatan masyarakat sekitar masing-masing (mempunyai teamwork)
2.   Pasfoto 3x4 (satu lembar) dan fotocopy surat keterangan diri (satu lembar)
3.   Tidak datang dengan mobil pribadi (hanya tersedia tempat parkir motor)
4.   Tidak tersedia kamar ganti maupun toilet umum

INFORMASI selengkapnya dapat diminta dengan mendatangi
PUSAT PEMBINAAN
OLAHRAGA PRAWIRA & OLAHRAGA HAGI
jalan Rungkut Asri Barat  10 / 30,  SURABAYA
Telpon:  (031) – 8700076
Harap telpon dulu sebelum datang bertanya.

GUNAKAN KESEMPATAN INI SECEPAT MUNGKIN 
KARENA TIDAK SELALU ADA.