Jumat, 10 Juni 2016

Program The Way of AIKI




AIKI-DO  (The Way of AIKI)



Kemungkinan RESIKO & KEGAGALAN WAZA 

1.    Iriminage; Kotegaeshi – Tanto Tsuki

2.    Shihonage; Kote mawashi – Gyaku Hanmi

3.    Ude osae – Tanto Uchi

4.    Kote hineri – Ushiro Ryote Tori

5.    KOSHI NAGE, SHIHO NAGE, IRIMI NAGE, dll.



Pelatihan Nyata KI & AIKI

1.    SHIN-SHIN GOITSU  心身合一   &   KI 

2.    KI NO NAGARE  の流れ  

3.    GORYU  合流 

4.    AIKI no NAGARE  の流れ



Pelatihan terhadap KECEPATAN & KEKUATAN

1.    INDRA  –  RASA  –  GERAK

2.    KAESHI  返し  &  HENKA  変化

3.    GERAK  ILMIAH



Pelatihan Kecerdasan Akal Sehat

1.    AIKI TANBO   合気短棒 

2.    Pengentasan Masalah Nyata   
       dalam aneka kondisi / situasi



AIKI-DO DOJO


Address:              
     Rungkut Asri Barat  10  /  30, 
     SURABAYA

Phone:   (62 – 31) – 8700076

Email:  prawira.1948@gmail.com       
             

Perbedaan AIKIDO dengan AIKI DO: 
  1. Pelatihan Aikido (yang diidentikkan dengan The Way of Harmony) fokus pada pelatihan waza, sedangkan pelatihan AIKI DO sebagai The Way of AIKI fokus pada pelatihan AIKI dan terapannya. Keduanya dapat dikatakan merupakan ajaran Grand Master Ueshiba Morihei. 
  2. Sebagai pelatihan AIKI tidak berlandaskan sistem Kyu-Dan seperti yang ada pada pelatihan WAZA.
  3. Pada program AIKI Exercise, semua latihan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi nyata dan rasional masa kini di segala negara.  Sedangkan program WAZA terbelenggu oleh tradisi dan cara-cara tempo dulu di Jepang.
  4. Tidak ada pelatihan dengan samurai (senjata khas tradisi Jepang) atau tongkat panjang (yang sulit dibawa atau ditemukan di segala tempat) yang mungkin di negara tertentu dilarang hukum, sebagai gantinya diadakan pelatihan dengan tongkat pendek (kira-kira 60 ~ 80 cm) yang tidak harus lurus, sehingga jika tidak ada tongkat pendek yang lurus dapat diganti dengan potongan ranting, gulungan kertas koran atau majalah.
  5. Segala bantingan (yang berat bagi orang yang bertubuh lemah, kecil atau kurus) diganti dengan cara menghilangkan keseimbangan tubuh / gerak penyerang, sehingga penyerang terjatuh sendiri.
  6. Segala kuncian yang merepotkan dan mencederakan diganti dengan kuncian yang biasa dipakai oleh polisi / penegak hukum. 
  7. Pelatihan disesuaikan dengan kondisi nyata saat seseorang melakukan beladiri, antara lain tanpa matras (tetapi harus tidak cedera), sedang berpakaian ketat (yang membuat langkah tidak lebar), dan lain-lain.
  8. Segala perilaku penyerang bebas, seperti kenyataan yang ada / umum, tidak diatur.
  9. Dengan cara-cara di atas, maka siapapun dapat belajar dan menggunakan metode dan gerak The Way of AIKI, baik orang perempuan, orang kurus, orang gendut, dan lain-lain. 
Cara mengajar / belajar gerak waza yang sembrono dan salah (beresiko bagi diri sendiri):

  1. Melakukan waza atau atemi di depan penyerang. Penyerang dapat memblok atemi lalu menyerang atau langsung menyerang wajah.
  2. Melakukan Shihonage dengan dibarengi yokomen uchi dekat / depan tubuh penyerang. Yokomen uchi mudah diblok dan ketika Nage berputar, penyerang / Uke dapat memukul bagian samping dan bagian belakang tubuh (sambil menahan gerak bantingan shihonage). Atau, ketika berputar, penyerang akan ikut berputar sehingga tidak terbanting jatuh, bahkan dapat memukul wajah.
  3. Melakukan Iriminage dengan atemi. Penyerang dapat menangkis keluar / masuk atemi lalu menyerang wajah. Lalu melakukan serangan lain.
  4. Pada Kotegaeshi. Saat Nage mencoba membanting, tubuh penyerang / Uke akan bergerak mendekat secara alami. Akibatnya, Uke mampu memukul  samping kepala Nage.
  5. Pada penerapan Ikkyo, Nikyo, Sankyo, Yonkyo, Gokyo, posisi Nage yang berada di depan dan dekat penyerang / Uke akan mudah dipukul dengan keras. Selain itu, kuncian yang sudah direncana sering mudah dibalik, sehingga Nage yang terkunci atau terbanting.
  6. Waza jenis Tenchi Nage, dan lain-lain yang dilakukan secara sembrono, mudah digagalkan dengan sedikit tenaga menahan atau membalik gerakan. Begitupun dengan Koshinage.
Bagi yang sudah / pernah belajar beladiri Aikido, silakan mencoba. 
Berilah uke / penyerang kesempatan untuk memukul jika tubuh nage dekat dan dapat dipukul.
Kesalahan di atas karena ada kelalaian dalam hal DISTANT, POSITION, dan CARA GERAK yang RASIONAL akibat latihan dengan UKE yang mengharmoniskan diri dengan NAGE. 
Seharusnya, cara AIKI DO (the way of AIKI) ajaran O Sensei, NAGE-lah yang harus mengharmoniskan diri pada gerakan UKE / penyerang.
Ada donatur penanggung biaya latihan bagi para mahasiswa (D3 / S1) yang berminat untuk ikut mengembangkan Logical AIKI-DO ini. 
 

Jumat, 13 Mei 2016

Warta AIKIDO

WARTA AIKIDO

Dua minggu yang lalu, tiga jurnalis WARTA AIKIDO (yang ternyata dapat dibaca lewat pencarian di GOOGLE) datang ke dojo.

Mereka ternyata Yudansha Aikido semua dan bukan dari organisasi Aikido yang sama. 
WARTA AIKIDO sendiri ternyata juga tidak berkiblat pada aliran AIKIDO tertentu, jadi semacam koran independen. 
Ini setelah kami membaca koran WARTA AIKIDO (setelah melakukan pencarian lewat GOOGLE).

Silakan baca sendiri WARTA AIKIDO, pasti ada manfaatnya, seperti yang kami rasakan.

Selasa, 05 April 2016

Mengapa Aikido sekarang hanya waza?

Mengapa Aikido sekarang hanya WAZA ?
Mengapa Aikido sekarang perlu pakai tendangan?
Mengapa Aikido sekarang perlu pakai pukulan kembali (seperti zaman sebelum O Sensei mendapatkan pencerahan batin)?
Mengapa sekarang sering terjadi kemungkinan resiko gerak atau kegagalan gerak dalam Aikido (saat melakukan WAZA)? 

Mengapa karena tidak puas / percaya terhadap mutu waza Aikido, Aikido dibumbui ajaran KI tertentu (yang mirip ajaran Kiryuho - Jepang atau ajaran Silat Tenaga Dalam - Indonesia) yang bukan ajaran O Sensei?
Mengapa supaya diminati orang, Aikido harus dibuat indah (dalam bentuk tarian atau seni pertunjukan)?
Mengapa supaya Aikido tampak hebat, penyerang dikunci sehingga kesakitan sekali atau perlu dibanting dengan kuat / keras?
(Semuanya di-upload di YOUTUBE).

Aikido, tepatnya harus saya tulis AIKI DO.
Menurut petunjuk O Sensei (1967 - 1968) kepada saya:

AIKI DO adalah "The Way (DO) of AIKI" bukan "The Way of Harmony (AI)". Meskipun memang AIKI DO menerapkan unsur keharmonisan.
Yang harus menerapkan keharmonisan (AI) adalah  orang yang sedang melakukan AIKI DO
Jadi, bukanlah orang yang sedang melakukan penyerangan sebab orang jahat selalu berbuat sesuka hati.

AIKI terdiri dari dua unsur / ajaran / pelatihan, yaitu: Ki-shin-tai no toitsu dan Ki musubi.  
Sayang, keduanya sekarang hanya menjadi bahan ucapan (bahkan mungkin saja tidak pernah disinggung selama pelatihan), tidak diajarkan (apalagi diterapkan) secara nyata.

AIKI DO adalah SHIN BUDO (真武道), bukan untuk gagah-gagahan atau tontonan orang. 
AIKI DO juga merupakan SHIN BUDO (武道) yang mencerminkan sifat  dan rasa KASIH. 

Pada awal belajar, lakukan TAI SABAKI dengan cara Ki-shin-tai no Toitsu, tidak asal gerak.
Ki Musubi dapat mulai dipahami saat melakukan netralisasi terhadap SHOMEN UCHI dalam posisi SUWARI.
Untuk dapat menerapkan Ki Musubi dengan baik, pada setiap latihan tersebut lakukan dengan "mata" dan "rasa" juga.

Lakukan AIKI DO secara rasional (tidak emosional atau asal gerak) menurut kondisi dan situasi yang ada.

Itulah beberapa nasehat / petunjuk O Sensei yang pernah saya terima. Masih banyak petunjuk lain. 
Semoga bermanfaat bagi para penggemar AIKIDO dalam berlatih AIKI DO.


Salam, semoga selalu sehat dan sukses.
Prawira, 
Komunitas AIKI DO Surabaya 

Pusat Latihan & Diskusi:
Jalan:     Rungkut Asri Barat 10 / 30, Surabaya.
Telpon:   8700076
Dekat:     SMA Negeri 17 dan terminal bemo RT Rungkut.

 

Selasa, 22 Maret 2016

Komunitas AIKI DO Surabaya

Pandangan saya terhadap AIKIDO setelah menyelami dan menerapkan petunjuk O Sensei (1967 - 1968) selama hampir 50 tahun dan membandingkannya dengan pemahaman Aikido dan cara-cara pelatihan sebagian Aikido shihan (AIKIKAI) masa kini yang tampaknya sekarang kurang / tidak mengajarkan AIKI, terapan dan manfaat luasnya secara nyata, adalah:

Apa AIKI DO ( / 合気道) itu?

AIKI DO bukan “the way (DO) of harmony (AI)” tetapi “the way of AIKI”.
AIKI DO juga bukan hanya sebuah nama (nama seni beladiri) yang diajarkan oleh banyak aliran Aikido Jepang, dengan tujuan dan cara yang berbeda.

AIKI (合氣) mengandung arti:
            1)    penyatuan kemauan (合氣) dalam diri supaya 
                   menjadi daya usaha yang kuat,   
            2)    penyelarasan niat (合氣) dalam proses  
                   berinteraksi supaya sukses.

Komunitas  AIKI DO  Surabaya
dpp:  Representative Aikido World Headquarters (from 1977)
            Rungkut Asri Barat 10 / 30, Surabaya.     Telpon: 031 – 8700076
            https://sites.google.com/site/123prawira/




Apa Komunitas AIKI DO Surabaya itu?

Komunitas ini merupakan sarana diskusi pendalaman AIKIDO (untuk penggemar beladiri Aikido se Surabaya) secara bebas rasional. 
Tanpa perlu berganti perkumpulan.



Komunitas ini  juga mengadakan latihan
jasmani, kemauan, logika, dan kreasi solusi  (yang bermanfaat luas bagi siapapun)  dalam bentuk:
1.    Olahraga AIKI  (Pelatihan khusus AIKI)
2.    Pemahaman Resiko & Kegagalan Gerak
3.    Kreasi Solusi Rasional
Silakan baca Program AIKI TRAINING dan cermati kerealistisan manfaat dan kerasionalan kurikulumnya.