Minggu, 26 Februari 2017

The curriculum of AIKI-do (the Way of AIKI)





Kurikulum Olahraga AIKI-do
(the Way of AIKI)

Berbeda dengan seni gerak beladiri tradisional Aikido (the way of harmony), olahraga AIKI-do (the Way of AIKI) mempunyai kurikulum sbb:

1. Ki-shin-tai = latihan khusus ki-mind-body lewat gerak cepat-tepat-mantap alat AIKI HANBO.
2. Ki Musubi = latihan khusus gerak kaki dan tubuh tepat waktu terhadap serangan mendadak yang cepat-mantap.
3. Kreasi solusi spontan beladiri nyata (di ruangan sempit, posisi buruk, kondisi fisik jelek, dll.) – BUKAN waza tradisi hafal - tiru.

Di Surabaya, Olahraga AIKI-do (The Way of AIKI) hanya ada di jalan Rungkut Asri Barat 10 / 30. Surabaya. Telpon: 8700076.
Iuran pertama GRATIS. Iuran selanjutnya sesuai kemampuan masing-masing anggota.
Latihan diadakan dalam bahasa Indonesia dan / atau bahasa Inggris.





The curriculum of AIKI-do
(The Way of AIKI)

Unlike the traditional Aikido (the way of harmony), real AIKI-do (the Way of AIKI) has the following curriculum:

1. Ki-shin-tai = ki-mind-body exercise through the fast-strong-accurate movement of AIKI Hanbo.
2. Ki Musubi = specific footwork and body movement exercise against surprising fast-strong attacks.
3. Create a spontaneous solution in real self-defense (in a small space, bad position, bad physical condition, etc.) -

In Surabaya, AIKI-do (The Way of AIKI) exercise only exists at Rungkut Asri Barat 10 / 30, Surabaya. Phone: 8700076.
The monthly contribution is just a voluntary donation.
Exercises are held in Indonesian and / or English language.

 Top of Form









Kamis, 26 Januari 2017

Latihan Aikido yang mana yang terbaik?




Macam dan Aliran AIKIDO 
oleh
Prawira Widjaya
Penerima budi baik GM Ueshiba Morihei (1967)
Representative Aiki Doshu Ueshiba Kisshomaru (1977)

Banyak orang, bahkan pelatih Aikido sekarang, yang tidak tahu bahwa Grand Master Ueshiba Morihei (cara yang betul menyebut nama beliau, bukan Morihei Ueshiba) sesungguhnya mengajarkan dua ilmu, yaitu AIKI dan WAZA
Bahkan WAZA ajaran GM Ueshiba Morihei-pun ada dua macam, yaitu waza kreasi spontan berlandaskan AIKI dan waza dengan bentuk baku yang berasal dari ajaran GM Takeda Sokaku / GM Daitoryu Jujutsu (tetapi sudah agak diubah).

GM Ueshiba Morihei, sewaktu muda, belajar aneka macam ilmu beladiri dan ilmu spiritual, antara lain Daitoryu Jujutsu (atau Daitoryu Aiki Jujutsu) dan Omoto-kyo (ajaran spiritual Omoto).

Pada masa pembelajaran Omoto-kyo, GM Ueshiba Morihei mendalami arti dan manfaat perpaduan ki-shin-tai dan ki musubi (yang ada dalam segala kegiatan / kehidupan sehari-hari manusia), yang membuat beliau mampu menciptakan ilmu gerak yang lebih welas-asih dan tanpa gaya / bentuk / jurus (kreasi spontan) – dan ternyata kami (Prawira dan murid-murid Olahraga AIKI-DO) buktikan bermanfaat banyak, bahkan jika perlu, dapat dipakai untuk melakukan beladiri nyata secara mudah - sederhana, tanpa perlu latihan lama menghafal dan berlatih aneka bentuk waza / jurus.

Dulu, ketika mengajarkan ilmu beliau ke para anggota Omoto-kyo, GM Ueshiba Morihei tidak memakai sistim tingkat (Kyu-Dan), karena cara belajar / berlatih ki-shin-tai dan ki musubi tidak sama dengan cara pelatihan WAZA yang punya bentuk baku.

Sebelum memakai nama AIKI DO, GM Ueshiba memakai beberapa nama lain, misalkan AIKI BUDO.
Semua nama memakai nama depan AIKI ()  yang beliau artikan sebagai:
1.        Mengumpulkan () KI () dalam diri (lewat latihan ki-shin-tai) yang berlanjut ke ki no nagare (mengalirkan KI dalam tubuh atau keluar tubuh).
2.        Mengharmoniskan () KI () diri-sendiri dengan KI pihak lain (terutama yang menjalin interaksi dengan KI diri-sendiri) – bukan sebaliknya, menyuruh KI pihak lain berpadu harmonis dengan KI diri-sendiri (karena GM Ueshiba Morihei adalah orang yang realistis dan rasional).

Pada zaman itu istilah DO (cara / jalan) lebih populer daripada JUTSU (ilmu) karena dianggap menunjukkan sifat yang tidak brutal.
Karena itu kemudian GM Ueshiba Morihei menyebut ajaran beliau, baik yang AIKI maupun yang WAZA (yang berasal dari Daitoryu Jujutsu) dengan nama AIKI DO atau The Way of AIKI (yang kemudian secara keliru diterjemahkan sebagai The Way of Spiritual Harmony dan disingkat menjadi The Way of Harmony - tetapi, karena tidak menyelami arti huruf kanji dan tidak paham bahasa Inggris, terjemahan ini dianggap OK oleh banyak pelatih Aikido Jepang).

Berhubung sudah jarang yang paham AIKI (ki-shin-tai dan ki musubi) seutuhnya, latihan AIKI hampir punah, hanya dijadikan pemahaman secara teoritis, apalagi latihan WAZA lebih disukai orang dan menguntungkan (mendatangkan uang dan kepopuleran).

Pada masa kini, pelatihan AIKIDO (pelatihan WAZA dengan sistim KYU-DAN) di Jepang diajarkan oleh banyak aliran / world headquarters dengan cara latihan – kurikulum – tujuan yang berbeda.
Secara umum ada 6 golongan:
(1)     Golongan yang mengajarkan AIKIDO model AIKI BUDO, beladiri cara Jepang tempo dulu.
(2)     Golongan yang bertujuan untuk mempersehat tubuh para peserta dengan menambahkan pelatihan Ki Atsu.
(3)     Golongan yang bertujuan meningkatkan kesportifan dan keberanian diri untuk mengakui kekurangan diri melalui sistem olahraga dan pertandingan.
(4)     Golongan yang lebih peduli pada pelestarian keindahan gerak dan tradisi Jepang, kurang peduli pada kerealistisan dan kerasionalan, atau kebutuhan dan kondisi nyata masa kini.
(5)     Golongan yang menjadikan AIKIDO sebagai latihan spiritual saja. Gerakan lambat dan besar.
(6)     Golongan yang menambahkan unsur lain ke dalam ajaran Aikido, misalkan mistik, cara-cara keras, atau cara-cara menarik (seperti bentuk tarian waltz).

Pelatihan AIKI DO (the Way of AIKI) yang utamakan AIKI (ki-shin-tai dan ki musubi) pada umumnya, mempunyai urutan pelatihan:
1.        Pelatihan ki-shin-tai.
2.        Pelatihan ki no nagare.
3.        Pelatihan ki  musubi.
4.        Pemahaman aiki no nagare.
5.        Terapan AIKI (kreasi spontan solusi masalah nyata dan kreasi waza spontan tanpa bentuk baku).
6.        Pengkajian waza beladiri. (Pengkajian ini kadang-kadang dijadikan pelatihan yang pertama dengan tujuan supaya orang lebih menghargai kenyataan dan cara bertindak dengan akal sehat.)

Latihan AIKIDO yang mana yang terbaik?
Pilihan terhadap sesuatu sangat subyektif.
Pilihan untuk orang yang suka keindahan gerak dan tradisi Jepang, boleh pertimbangkan latihan cara aliran Aikikai, aliran Shin'ei Taidō (yang didirikan oleh Noriaki Inoue - kemenakan GM Ueshiba Morihei), atau aliran Aikido lainnya.
Pilihan untuk orang yang suka olahraga dan pertandingan (untuk melatih mental dan karakter diri), boleh pertimbangkan latihan cara Prof. Tomiki Kenji, yaitu Tomiki Aikido / Shodokan Aikido (BUKAN Shudokan Aikido).
Pilihan untuk orang yang suka dengan KI healing system (cara penyembuhan dengan KI), boleh pertimbangkan latihan cara Soke Tohei Koichi, yaitu Shin-shin toitsu Aikido yang mempunyai World Headquarters KI SOCIETY.
Pilihan untuk orang yang suka latihan Aikido dengan landasan KI, boleh pertimbangkan untuk latihan Shin-shin toitsu Aikido atau latihan AIKI DO (the Way of AIKI).
Pilihan untuk orang yang suka latihan untuk beladiri nyata, boleh pertimbangkan aliran-aliran Aikido yang mengajarkan teknik-teknik Aikido tempo dulu (era sebelum Aikido) yang oleh Grand Master Ueshiba Morihei dinamai AIKI BUDO. Misalkan: Yoshinkan Aikido (yang didirikan oleh Soke Shioda Gosho), atau Yoseikan Aikido (yang didirikan oleh Soke Minoru Mochizuki - ahli aneka beladiri Jepang).  Atau, pelatihan AIKI Do (The Way of AIKI) yang hasil latihan "Problem Solving" dan latihan dinamisnya juga bermanfaat untuk dipakai melakukan tindakan beladiri nyata.
Pilihan untuk kaum wanita, boleh pertimbangkan pelatihan AIKI Do (The Way of AIKI), atau pelatihan Aikido (The Way of Spiritual Harmony) yang cocok dengan karakter feminin (yang tidak suka kekerasan dan mempunyai kemampuan fisik yang tidak sekuat kaum pria).
Pilihan untuk orang yang berusia, orang kurus, orang gemuk / gendut, boleh pertimbangkan pelatihan AIKI DO (the Way of AIKI) karena latihan AIKI DO tidak terhalang oleh bentuk fisik maupun kekuatan fisik.
Pilihan untuk pelajar, mahasiswa, dan kaum eksekutif / profesional, boleh pertimbangkan pelatihan AIKI DO (the Way of AIKI) karena latihan AIKI DO juga melatih cara berpikir dan bertindak (menghadapi dan menyelesaikan masalah) dengan kecerdasan akal sehat. Bukan dengan otot dan teknik beladiri.

Untuk SURABAYA, latihan AIKI DO (the Way of AIKI) baru ada di jalan Rungkut Asri Barat X no. 30.  Telepon: 8700076. 
Pelatihan dilakukan sesuai dengan kondisi nyata, dan dilakukan tanpa upacara dan hal-hal yang dilarang agama (apapun).
Pelatihan dilakukan dalam bahasa Indonesia dan Inggris (untuk anggota / murid tamu expatriat dan murid senior calon pembina / instruktur).