Kamis, 07 Mei 2015

Apakah olahraga AIKI cocok untuk penganut agama Islam dan Kristen?

Apakah olahraga AIKI cocok untuk penganut agama Islam dan Kristen?

PASTI, sebab berbeda dengan Seni Beladiri AIKIDO:
1. Tidak ada acara pembukaan atau penutupan latihan 
    dengan melakukan penyembahan terhadap foto, 
    tulisan, atau apapun.
    Sehingga lupa bahwa seharusnya TUHAN lah yang 
    harus disembah, apapun alasannya.
2. Tidak mengajarkan bahwa orang yang mahir seni 
    beladiri pasti selamat.
    Sehingga lupa bahwa hidup dan mati manusia ada di 
    tangan Tuhan.
Sebagai olahraga, Olahraga AIKI hanya mengajarkan 
cara untuk meningkatkan kemampuan fisik, keterampilan gerak, dan kerasional cara berpikir / bertindak (terutama untuk kaum lemah fisik dan kaum perempuan yang feminine).


Olahraga AIKI  =  pelatihan gerak (bersifat ilmu dan ilmiah) dan pelatihan kecerdasan, dengan wawasan ruang “umum (internasional)” dan wawasan waktu “masa kini”, serta diterapkan secara dinamis, realistis, rasional, ilmiah. 

Berbeda dengan AIKIDO yang berupa “seni beladiri tradisional Jepang” dengan wawasan ruang “khusus (Jepang)” dan wawasan waktu “tempo dulu”.  
   
 Olahraga AIKI mengutamakan latihan dan terapan:
1. kestabilan kemauan yang mantap  (ki-shin-tai no    toitsu)
2. kemauan untuk membentuk dan menjaga                keharmonisan interaksi, selama proses interaksi tersebut ada / terjadi  (ki musubi)

Bentuk pelatihan: 
1. Pelatihan  ki-shin-tai no toitsu  (unsur pertama AIKI)  dalam  gerak
o    UKEMI  (miring 45o  dan  berguling lurus / melingkar)
o    Gerak KI - SHIN - TAI  NO  TOITSU 
2. Pelatihan  ki-shin-tai no toitsu  dan  ki musubi  (dua unsur AIKI)  dalam  proses  interaksi
o    Cara mengentas  kasus  mendadak  &  sedikit beresiko dengan KATAME Waza
o    Cara mengentas  kasus  mendadak  &  sedikit beresiko dengan NAGE Waza
3. LOMBA  AKAL  SEHAT  &  KREASI  SPONTAN 
o    Kerealistisan, keharmonisan, kerasionalam, keilmiahan gerak
4. Pelatihan   ki-shin-tai no toitsu  dan  ki musubi  (lanjutan)
o    KAESHI  Waza
o    HENKA  Waza
5. TERAPAN   Olahraga  AIKI   secara  realistis - rasional - ilmiah
o    Dengan keterbatasan gerak fisik
o    Terhadap aneka interaksi yang beragam dan tidak terduga

Olahraga AIKI ini dikembangkan dari ajaran GM Ueshiba Morihei yang berupa AIKI (ki-shin-tai no toitsu dan ki musubi).

AIKIDO dikembangkan dari ajaran GM Ueshiba Morihei yang berupa WAZA, yang dipetik dari ajaran GM Takeda Sokaku (Daitoryu Jujutsu / Aiki Jujutsu) lalu disesuaikan dengan cara dan tujuan pengajaran GM Ueshiba Morihei.
WAZA AIKIDO digubah GM Ueshiba Morihei untuk murid pemula atau yang tidak ingin / dapat memahami ajaran AIKI.
 

 




Selasa, 21 April 2015

The only things I did it because . . . . . .



After seeing my critics on four DAN 8th Japanese AIKIKAI Aikido shihans, perhaps you will think as many Indonesian Aikido instructors think (and write in KASKUS and FACEBOOK) “How come Mr. Prawira Widjaya dared to criticize them (their teachings on an international seminar)?”

Here I admit that up to now I am still not good at Aikido waza.

The only things I did it because:
    1. If I did not do it, people (the experts of other martial arts) would have thought that my teacher (Grand Master Ueshiba Morihei) had been a stupid person who had only been able to teach irrational movements.
Meanwhile I exactly know from his guidance for two years on the applications of his teachings “ki-shin-tai no toitsu” and “ki musubi” that he was a clever and careful teacher and his teachings on AIKI (“ki-shin-tai no toitsu” and “ki musubi”) were really rational and give me great advantages.
Unfortunately that these teachings are now only for lip services, no real practice on them. That’s why I really thank to O Sensei that here I can teach his most valuable teachings to my dedicated students.
    2. I hope there won’t be anybody (esp. Aikido beginners / Kyu-grade students)  get injured in doing a street defense while imitating their movements (after learning their teaching videos). Actually, everyone who likes to have rational thinking will see what I have criticized and have questions (as a guest student who came to me with the video).
   3. I hope no more Aikido shihans are too proud of their title and their ranks.
I also hope they will no more teach Aikido carelessly, just to show their own “cleverness”, instead of the GM Ueshiba Morihei’s rational and careful teachings.
If they want to do something different, they’d better not use the name of AIKIDO alone, they can make “Mr. So and so Aikido style”, instead.

(Prawira Widjaya, Surabaya, Representative of Aikido World Headquarters 1977)

Sabtu, 11 April 2015

Petunjuk O Sensei Ueshiba Morihei



Petunjuk O Sensei Ueshiba Morihei:"Setiap kali bergerak, perhatikan cara gerak, jarak dan posisi. Aikido bukan untuk pertunjukan."
(Prawira, Representative Aikido World Headquaters, Surabaya - 1977)    


Resiko yang mungkin muncul jika bergerak tanpa memperhatikan cara gerak, keamanan jarak dan posisi.

Selain belajar waza Aikido tanpa mengabaikan petunjuk O Sensei (di atas), pelajari pula AIKI (ki-shin-tai no toitsu dan ki musubi) secara nyata, supaya betul-betul paham AIKIDO.
(Hape Widjaya, instruktur Olahraga PRAWIRA & AIKI).

Kelompok Pelajar SMA / SMK, Mahasiswa, Guru / Dosen, Wartawan, Karyawati mendapat kesempatan beasiswa / diskon minimal 50 %.

Jumat, 10 April 2015

Mengenal AIKIDO & HAPKIDO - Olahraga AIKI - Olahraga PRAWIRA dengan BENAR




合氣道 (HAP KI DO / AI KI DO)
oleh: Hape Widjaya – instruktur olahraga PRAWIRA & olahraga AIKI

Bagaimana hubungan antara ilmu beladiri 合氣道 dengan ajaran Takeda Sokaku,  yang mensosialisasikan Daitoryu Jujutsu, yang sekarang dikenal dengan nama Aiki Jujutsu (合氣柔術)?

Ajaran Takeda Sokaku yang dikembangkan di Korea (oleh Choi Yong-sul), yang kemudian dipadukan kembali dengan ilmu beladiri  HWA RANG DO (ilmu beladiri ksatria Korea zaman dinasti Shilla), disebut 合氣道 yang diucapkan sebagai HAP KI DO

Ajaran Takeda Sokaku yang dikembangkan di Jepang (oleh Ueshiba Morihei) juga disebut  合氣道 atau 合気yang diucapkan sebagai AI KI DO.

Jenis pelatihan di HAP KI DO: 
·        teknik kuncian
·        teknik bantingan
·        teknik pukulan
·        teknik bantingan
·        pelatihan dengan aneka macam senjata (pisau, samurai, tongkat, 
    nunchaku, tali) 
·        pelatihan menetralisir serangan bersenjata

Jenis pelatihan di AI KI DO: 
·        teknik kuncian
·        teknik bantingan,
·        pelatihan dengan senjata (samurai kayu, tongkat)
·        pelatihan menetralisir serangan bersenjata (pisau, samurai katu, 
    tongkat)

AI KI DO Jepang, pada waktu ini diperkenalkan secara berbeda oleh banyak markas organisasi / aliran AI KI DO tingkat internasional di Jepang dengan sistem dan tujuan pelatihan yang berbeda. 

Organisasi-organisasi Aikido tingkat internasional yang ada di Jepang, antara lain:  
Aikikai, Shinwa / Shin’ei Taido Aikido, Shodokan Aikido / Tomiki Aikido, Yoshinkan Aikido / Aiki Budo, Yoseikan Budo, Shin-shin-toitsu Aikido, Kokikai Aikido, Shinwakan Aikido, Iwama Aikido, Keijutsukai Aikido, Kobayashi Aikido / Kokusai Aikido (Kobayashi Hirokazu), Korindo Aikido,  Tendoryu Aikido, Shinguryu, Nishioryu, Yamaguchiryu, Manseikan Aikido, dan lain-lain.     
  
Organisasi-organisasi Aikido tingkat internasional yang ada di luar Jepang, antara lain:  
Shudokan Aikido (Thamby Rajah, Malaysia), The Aikido Schools of Ueshiba (Saotome Mitsugi, USA), Wadokai Aikido (Roy Suenaka, USA), Hiriki Aikido (Alex Rusinko, USA), Rational Scientific Aikido, dan lain-lain.         


Ajaran Grand Master Ueshiba Morihei

oleh: Hape Widjaya – instruktur olahraga PRAWIRA & olahraga AIKI

Ueshiba Morihei adalah salah satu murid Takeda Sokaku.
Hal-hal yag diajarkan Grand Master Ueshiba Morihei:
·        Sikap ki-shin-tai no toitsu
·        Cara gerak ki musubi
·        Teknik beladiri (waza)

Semula Ueshiba Morihei ingin mengajarkan  sikap ki-shin-tai no toitsu dan cara gerak ki musubi pada tingkatan awal belajar Aikido, tetapi karena orang enggan belajar kedua jenis pelatihan itu dan berharap langsung diajari teknik beladiri, maka Ueshiba Morihei mengubah beberapa teknik ajaran Takeda Sokaku yang pernah dia pelajari untuk disesuaikan dengan cara dan tujuan latihan Aikido, kemudian mengajarkannya sebagai pelatihan awal Aikido dengan sebutan waza. Sedangkan sikap ki-shin-tai no toitsu dan cara gerak ki musubi hanya dia singgung sedikit-sedikit. 

Sikap ki-shin-tai no toitsu dan cara gerak ki musubi  akhirnya diajarkan untuk orang yang menyukainya (bukan menyukai teknik beladiri) dan murid-murid senior yang dianggap sanggup dan mau memahami sikap ki-shin-tai no toitsu dan cara gerak ki musubi.
Itulah sebabnya sekarang Aikido umumnya hanya mengajarkan waza dari tingkat pemula hingga tingkat senior master.

Apa arti ki-shin-tai no toitsu?
Arti “Toitsu” adalah menyatu. Jadi ki-shin-tai no toitsu berarti kemanungggalan antara ki (semangat / kemauan), shin (perasaan dan pikiran), tai (tubuh / gerak tubuh).

Apa arti ki musubi?
Arti “musubi” adalah perkawinan, niat baik pribadi untuk melakukan keselarasan interaksi (bukan menganjurkan pihak lain untuk melakukan keselarasan interaksi).

Apa bentuk hasil pelatihan ki-shin-tai no toitsu dan ki musubi?
1.   Selalu mempunyai sikap rileks yang siap melakukan gerak.
2.   Selalu melakukan gerak dalam sikap rileks. Tidak ada tindakan 
    kekerasan / paksaan.
3.   Selalu berusaha tidak menimbulkan benturan arah (apalagi benturan tenaga).


AIKIDO (WAZA AIKIDO)
oleh: Hape Widjaya – instruktur olahraga PRAWIRA & olahraga AIKI

Waza Aikido  yang diajarkan sekarang sudah dipengaruhi oleh pandangan dan kemampuan para instruktur senior (shihan) Aikido yang mengajarkan waza-waza tersebut.

Ciri-ciri waza yang diajarkan Ueshiba Morihei diawali dengan sikap ki-shin-tai no toitsu dan dilanjutkan dengan cara gerak ki musubi  yang selalu dipadukan dengan sikap ki-shin-tai no toitsu.

Ciri-ciri waza masa kini diawali dengan sikap siaga (kamai) dan dilanjutkan dengan teknik bantingan (nage waza) atau teknik kuncian (katame waza).

Ada beberapa hal yang diabaikan dalam pelatihan Aikido / waza Aikido di beberapa aliran Aikido, antara lain:
·        realita di luar dojo dan di luar Jepang
·        jarak aman dan posisi aman
·        gerakan waza yang boros waktu dan ruang
·        kemungkinan perubahan gerak, perlawanan gerak, dan  
    kesinambungan gerak
·        kemungkinan resiko (terutama yang dapat diduga)




Mengenal Olahraga AIKI  &  Olahraga PRAWIRA

Olahraga AIKI
oleh: Hape Widjaya – instruktur olahraga PRAWIRA & olahraga AIKI

Olahraga AIKI adalah olahraga dinamis yang melatih keterampilan fisik dan sekaligus kecerdasan akal sehat .

Olahraga AIKI selalu diawali dengan sikap AIKI (合氣) dan dilanjutkan dengan cara gerak AIKI (合氣)  yang selalu dipadukan dengan sikap AIKI (合氣).

AIKI (合氣)  mempunyai dua arti, yaitu:
1.   Penyatuan semangat  (penyatuan semangat dengan pikiran dan 
     perasaan selama beraktivitas) yang rileks tetapi teguh dan stabil,  
     serta siap bergerak / berubah.
2.   Penyelarasan kemauan (penyelarasan kemauan pribadi terhadap 
     kemauan / kondisi / situasi yang dihadapi). Cara berinteraksi tanpa 
     benturan, tanpa gaya, tanpa suara.

Tahap pelatihan olahraga AIKI:
1.   Pelatihan AIKI dalam gerak.
2.   Pelatihan AIKI dalam proses interaksi yang dinamis.
3.   Pelatihan keterampilan fisik dan kecerdasan akal sehat.
4.   Lomba kecerdasan akal sehat dan kreasi spontan.
5.   Terapan olahraga AIKI secara realistis - rasional - ilmiah dalam 
     beladiri (dengan satu tangan,  terhadap serangan bersamaan, 
     terhadap serangan berjarak).

Apa beda Olahraga AIKI dengan Aikido?
·        Olahraga AIKI selalu diawali dengan sikap AIKI (合氣) / ki-shin-tai no 
     toitsu dan dilanjutkan dengan cara gerak AIKI (合氣) / ki musubi   
     yang selalu dipadukan dengan sikap AIKI (合氣) / ki-shin-tai no 
     toitsu.
·        Memakai akal sehat dan kreasi spontan AIKI.


Olahraga PRAWIRA
oleh: Hape Widjaya – instruktur olahraga PRAWIRA & olahraga AIKI

PRAWIRA berarti:
          Perpaduan
          RAGA        (kemampuan dan keterampilan fisik, kebugaran)
          AKAL        (akal sehat yang cerdas, sikap bijak)
          WILLPOWER   (daya kemauan)
          RASA        (kepedulian terhadap aktivitas fisik dan lingkungan
                             pada setiap saat) 

Olahraga PRAWIRA adalah pelatihan PRAWIRA untuk membina kebugaran, kecerdasan, sikap bijak untuk aktivitas fisik (otak dan otot) apapun.

Tahapan olahraga PRAWIRA:
1.   Pelatihan PRAWIRA dalam gerak dan pelatihan imajinatif
2.   Pelatihan Keselarasan dan Kecerdasan Akal Sehat dalam 
     kedinamisan interaksi
3.   SENAM  PRAWIRA
4.   TARIAN  PRAWIRA  (dengan / tanpa alat)
5.   TERAPAN  TARIAN  PRAWIRA  (dengan / tanpa alat)
6.   LOMBA  AKAL  SEHAT  &  KREASI  ILMIAH  SPONTAN   PRAWIRA
7.   KREASI  SOLUSI  SPONTAN  PRAWIRA :
         ·        INTERAKSI  terhadap  PERUBAHAN  MENDADAK
         ·        INTERAKSI  terhadap  HAMBATAN  MENDADAK
         ·        INTERAKSI  dengan  KONDISI  DIRI  TERBATAS
         ·        INTERAKSI  dengan  KONDISI  POSISI  TERBATAS
         ·        INTERAKSI  untuk  KONDISI  MENDADAK  PENUH  RESIKO

Manfaat pelatihan PRAWIRA:
·        Pelatihan imajinatif PRAWIRA meningkatkan kecerdasan menganalis 
    masalah dengan akal sehat.
·        Senam PRAWIRA meningkatkan keterampilan dan kemampuan fisik 
    dan keriangan pikiran dan perasaan.
·        Tarian anggun PRAWIRA meningkatkan keanggunan jiwa.
·        Tarian riang PRAWIRA meningkatkan keriangan pikiran dan 
     perasaan.
·        Pelatihan Kecerdasan Akal Sehat PRAWIRA meningkatkan 
     kecerdasan dan kebiasaan untuk memakai akal sehat secara 
     cerdas.
·        Pelatihan Kreasi Spontan PRAWIRA meningkatkan kemampuan 
     problem solving (bahkan kemampuan melakukan beladiri secara 
     spontan tanpa jurus). 

Balai Informasi PRAWIRA
Bahasa Asing – Ilmu Eksakta – Olahraga PRAWIRA – Olahraga AIKI
     alamat:      Rungkut Asri Barat 10 / 30, Surabaya 60293.
     telpon:      (031) – 8700076
     e-mail:       prawira.1948@gmail.com
Harap menelpon lebih dulu sebelum datang berkunjung / mendaftar.

Syarat pendaftaran:
·        Diutamakan:
          Pelajar SMA / SMK, Mahasiswa dan mahasiswi S1 / D3, 
          Karyawati, Guru, Dosen, Reporter
·        Pasfoto 3 X 4 = satu lembar
·        Fotocopy KTP dan Kartu Pelajar / Mahasiswa / Dinas
·        Sudah punya partner latihan untuk mengulang latihan sesering 
     mungkin

Kewajiban anggota:
·        Disiplin waktu
·        Taat aturan latihan dan aturan lain yang ditentukan
·        Tidak boleh main emosi atau gosip
·        Tidak boleh utang-piutang
·        Sebaiknya naik motor, kecuali berombongan banyak (sebab lahan 
     parkir mobil kecil)

Informasi lain dapat ditanyakan saat melakukan kunjungan.
Beasiswa diberikan kepada kelompok pelajar dan mahasiswa / i yang berdedikasi.